PAMEKASAN, notice – Bupati Pamekasan, KH. Kholilurrahman, mengungkapkan bahwa potensi minyak dan gas (Migas) di wilayah Madura sangat menjanjikan dan perlu mendapat perhatian serius.
Bupati KH. Kholilurrahman menyebutkan bahwa sejumlah kabupaten di Madura seperti Bangkalan, Sampang, dan Sumenep telah memiliki sumber daya migas yang terkonfirmasi, sementara Pamekasan mulai menunjukkan tanda-tanda potensi.
“Potensi Migas di Madura sangat menjanjikan. Di Bangkalan, Sampang, dan Sumenep sudah ada pengembangan. Untuk Pamekasan sendiri, memang masih dalam tahap awal, tapi ada indikasi awal di Batumarmar,” ujar Bupati KH. Kholilurrahman, saat menggelar konferensi pers, Sabtu (24/05).
Lebih lanjut, KH. Kholilurrahman mengingatkan pentingnya pendekatan yang melibatkan masyarakat secara langsung dalam setiap tahapan eksplorasi. Ia mencontohkan pengalaman masa lalu di wilayah Palengaan, Pamekasan, yang sempat menjadi lokasi uji seismik namun terhambat akibat minimnya komunikasi dengan warga.
“Waktu itu masyarakat merasa tidak dilibatkan, hanya mendapatkan informasi dari satu arah. Akibatnya muncul penolakan. Ke depan, pendekatan seperti ini harus diperbaiki. Pengembang harus datang secara baik-baik, ‘kulo nuwun’, melibatkan masyarakat sejak awal,” tegasnya.
Bupati juga menekankan pentingnya peran pemerintah daerah dan tokoh masyarakat, khususnya para ulama, dalam mendampingi proses eksplorasi. Menurutnya, pelibatan aktif masyarakat akan menciptakan rasa memiliki dan menjaga suasana tetap kondusif.
Ia menambahkan bahwa jika kegiatan eksplorasi berdampak langsung pada mata pencaharian warga, seperti nelayan atau petani, maka harus disiapkan skema kompensasi yang adil.
“Kalau memang ada dampak langsung, tentu perlu kompensasi yang wajar. Masyarakat tidak boleh dirugikan, tapi juga tidak boleh membebani pengembang secara berlebihan. Harus ada keseimbangan agar investasi bisa berjalan dengan lancar dan berkelanjutan,” pungkasnya.





