KLB Campak di Pamekasan: Enam Balita Meninggal, Imunisasi Merosot Tajam

Avatar

- Reporter

Selasa, 9 September 2025 - 12:33 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Keterangan foto: Kepala Dinkes Pamekasan, dr. Saifuddin, saat diwawancarai di ruang kerjanya.

Keterangan foto: Kepala Dinkes Pamekasan, dr. Saifuddin, saat diwawancarai di ruang kerjanya.

PAMEKASAN//NOTICE – Kabupaten Pamekasan, Jawa Timur, menetapkan status Kejadian Luar Biasa (KLB) campak setelah mencatat 175 kasus positif hingga 7 September 2025, dengan enam balita meninggal dunia.

Lonjakan kasus ini memperlihatkan rapuhnya perlindungan imunisasi di tengah masyarakat, karena 71 persen pasien campak tercatat tidak pernah mendapat imunisasi dasar.

Kepala Dinas Kesehatan Pamekasan, dr Saifudin, menyebutkan bahwa rendahnya cakupan imunisasi dipengaruhi penolakan sebagian warga serta minimnya pemahaman tentang pentingnya vaksin.

“Masyarakat ada yang menolak atau banyak yang tidak mengerti tentang vaksinasi,” jelasnya, Selasa (9/9/2025).

BACA JUGA :  Kolaborasi Kemensos-Pemkab Pamekasan Diperkuat, Sekolah Rakyat Segera Direalisasikan

Saat ini, 432 warga berstatus suspek campak, dengan 175 kasus terkonfirmasi positif. Sebagian besar korban adalah anak di bawah lima tahun. Data Dinkes menunjukkan bahwa cakupan imunisasi campak terus merosot dalam lima tahun terakhir:

  • 2020: 85,50%
  • 2023: 79,52%
  • Agustus 2025: hanya 55,39%

Beberapa puskesmas bahkan melaporkan angka imunisasi di bawah 50 persen, seperti Puskesmas Panaguan (45,76%) dan Larangan Badung (48,32%). Panaguan juga mencatat kasus tertinggi dengan 29 kasus positif.

BACA JUGA :  Gandeng Yayasan PSBB, Ponpes Mambaul Ulum Ponjanan Timur Khitan Puluhan Anak Secara Gratis

Padahal, sesuai program nasional, setiap anak seharusnya mendapatkan tiga kali imunisasi campak (MR): pada usia 9 bulan, 2 tahun, dan dosis tambahan ketika masuk sekolah dasar. Namun, pelaksanaan di Pamekasan masih jauh dari target.

Rinciannya dari 175 kasus positif:

  • 71% belum pernah imunisasi
  • 13% imunisasi tidak lengkap
  • 11% imunisasi lengkap

Untuk memutus rantai penularan, Dinkes Pamekasan meluncurkan program Outbreak Response Immunization (ORI) atau imunisasi massal di desa-desa dengan kasus tinggi, serta program imunisasi kejar hingga Desember 2025.

BACA JUGA :  Banjir Kembali Melanda Pamekasan, Ratusan Rumah Terendam

Saifudin menegaskan bahwa keberhasilan program hanya bisa tercapai bila masyarakat aktif berpartisipasi.

“Kami terus melakukan komunikasi, informasi, dan edukasi. Semua anak harus mendapatkan imunisasi lengkap untuk mencegah kematian,” tegasnya.

Dinkes berharap dengan langkah cepat ini, penyebaran campak bisa ditekan, kesadaran masyarakat meningkat, dan angka kematian akibat campak di Pamekasan tidak bertambah. (Kur/Mad).

Berita Terkait

Alumni Bahrul Ulum All Out Sukseskan Muktamar ke-35 NU, Siapkan 50 Transportasi hingga Ribuan Relawan
DKPP Pamekasan Libatkan Petani dan Pengusaha Rokok Bahas Biaya Pokok Produksi Tembakau
Rakercab PMII Pamekasan Soroti Tambang Ilegal, Ekologi Madura Dipertanyakan
Komisi IV DPRD Pamekasan Soroti Keuangan RSUD Smart, Investasi Rp2,5 Miliar dan Piutang JKN Rp22 Miliar
Pesan Wan Sehan Jadi Titik Balik, Relawan Bani Insan Peduli Siap Lanjutkan Pengabdian
Founder BIP Buka Suara Soal Polemik Bantuan 2 Miliar Griya Lansia
Polres Pamekasan Fasilitasi Rehabilitasi Pengguna Sabu Atas Permohonan Orang Tua
Nelayan Sulit Dapat Solar, Komisi II DPRD Pamekasan Sidak SPBU Asem Manis

Berita Terkait

Senin, 20 Juli 2026 - 18:44 WIB

Alumni Bahrul Ulum All Out Sukseskan Muktamar ke-35 NU, Siapkan 50 Transportasi hingga Ribuan Relawan

Senin, 20 Juli 2026 - 18:07 WIB

DKPP Pamekasan Libatkan Petani dan Pengusaha Rokok Bahas Biaya Pokok Produksi Tembakau

Sabtu, 18 Juli 2026 - 23:56 WIB

Rakercab PMII Pamekasan Soroti Tambang Ilegal, Ekologi Madura Dipertanyakan

Sabtu, 18 Juli 2026 - 13:43 WIB

Komisi IV DPRD Pamekasan Soroti Keuangan RSUD Smart, Investasi Rp2,5 Miliar dan Piutang JKN Rp22 Miliar

Senin, 13 Juli 2026 - 00:22 WIB

Founder BIP Buka Suara Soal Polemik Bantuan 2 Miliar Griya Lansia

Berita Terbaru