PAMEKASAN, NOTICE – Festival Bonsai Arek Lancor Bupati Cup 2025 menjadi panggung perayaan seni dan alam dalam rangka Hari Jadi ke-495 Pamekasan, Minggu (16/11).
Dalam sambutannya, Bupati Pamekasan KH Kholilurrahman menekankan pentingnya menjaga jejak peradaban sebagai bagian dari identitas bangsa.
Menurutnya, kejayaan masa lalu hanya dapat dikenali apabila generasi saat ini mau belajar dan merawat warisan budaya yang masih tersisa.
“Jika generasi kita kehilangan jejak sejarah bangsanya, maka mereka akan mengalami ketercerabutan budaya dan kehilangan arah di masa depan,” tegasnya.
Festival bonsai ini, kata Bupati, bukan sekadar ajang kontes tanaman hias, tetapi juga ruang edukasi ekologis. Bonsai adalah simbol kesabaran, ketelatenan, serta kecintaan pada alam nilai yang perlu terus ditumbuhkan di tengah perkembangan zaman.
Bupati juga mengapresiasi keluarga besar Rumah Bonsai Indonesia (RUBI) yang telah mengambil peran dalam memeriahkan Hari Jadi Pamekasan. Ia menilai festival ini memberi manfaat luas, mulai dari meningkatkan minat masyarakat terhadap seni bonsai, menjadi ruang silaturahmi para penghobi, hingga membuka peluang ekonomi kreatif yang bernilai tinggi.
“Festival ini tidak hanya berdimensi ekonomi dan estetika, tetapi juga menjadi bentuk kesadaran ekologis bagi para pecintanya,” ujarnya.
Bupati berharap kegiatan ini dapat menginspirasi masyarakat, khususnya generasi muda, untuk terus merawat lingkungan dan mengembangkan bakat di bidang seni tanaman hias.
Di akhir sambutannya, Bupati secara resmi membuka Festival Bonsai Arek Lancor Bupati Cup 2025 yang mengusung tema “Berkarya Tanpa Batas, Berkreasi Tanpa Henti.” (znf/Aj).





