PAMEKASAN, NOTICENEWS.ID – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pamekasan menggandeng para pengusaha rokok lokal bersama Organisasi Perangkat Daerah (OPD), BPJS Kesehatan, dan BPJS Ketenagakerjaan dalam agenda silaturahmi strategis guna memperkuat sinergi serta merumuskan arah kebijakan industri tembakau di Pamekasan.
Acara yang dipimpin oleh orang nomor satu di Kabupaten Pamekasan, berlangsung di Peringgitan Dalam Mandhapa Agung Ronggosukowati Pamekasan, Kamis (22/01/2026).
Dalam pertemuan tersebut, sejumlah pengusaha rokok lokal tampak hadir memenuhi undangan Bupati Pamekasan. Meski demikian, beberapa pengusaha lainnya tidak dapat hadir karena alasan tertentu.
Bupati Pamekasan, KH. Kholilurrahman, menegaskan bahwa ketidakhadiran tersebut bukan tanpa sebab.
“Pengusaha yang tidak hadir dikarenakan memiliki udzur, seperti H. Her dan belasan karyawannya yang saat ini masih menjalankan ibadah umrah, sehingga tidak ada yang mewakili,” ungkap Kholilurrahman.
Lebih lanjut, ia menyampaikan bahwa silaturahmi tersebut menghasilkan berbagai diskusi konstruktif, khususnya terkait keberlanjutan industri tembakau dan kesejahteraan petani rokok di Pamekasan. Salah satu fokus utama yang menjadi pekerjaan rumah (PR) Pemkab adalah rencana kenaikan Bantuan Langsung Tunai (BLT) bagi petani rokok.
“Alhamdulillah banyak hal positif yang dibahas. Namun, kendala kami saat ini adalah upaya menaikkan angka BLT bagi petani rokok. Di Pamekasan masih sebesar Rp600 ribu, sementara di daerah lain sudah ada yang mencapai Rp1,2 juta,” tegasnya.
Sebagai langkah konkret, Kholilurrahman memastikan Pemkab Pamekasan akan mengupayakan penyesuaian nilai BLT tersebut melalui regulasi daerah agar lebih selaras dengan kondisi riil petani tembakau.
“Saya sudah menginstruksikan Sekretaris Daerah untuk menyusun Peraturan Bupati (Perbup) agar penyesuaian BLT ini bisa direalisasikan sesuai keadaan,” pungkasnya. (znf/Aj).






