PAMEKASAN, NOTICE – Dengan menempuh perjalanan panjang sejak dini hari, Tim Forum Relawan Penanggulangan Bencana (FRPB) Pamekasan akhirnya tiba di wilayah terdampak erupsi Gunung Semeru, Sabtu (29/11) pagi. Kedatangan mereka menjadi tambahan kekuatan baru di tengah operasi kemanusiaan yang masih berlangsung di kawasan yang diliputi abu tebal dan akses terbatas itu.
Begitu tiba, tim yang membawa logistik, peralatan pertolongan pertama, hingga perlengkapan evakuasi tersebut langsung bergerak cepat melakukan koordinasi di posko induk. Pemetaaan area terdampak dan pembagian sektor menjadi prioritas sebelum mereka turun ke lapangan.
Ketua FRPB Pamekasan, Budi Cahyono, menegaskan bahwa misi kali ini bukan sekadar kewajiban relawan, melainkan panggilan kemanusiaan.
“Kami datang untuk membantu saudara-saudara kita yang terdampak. Fokus kami adalah evakuasi, asesmen kebutuhan, hingga distribusi logistik ke titik yang sulit dijangkau,” ujarnya.
Usai briefing, tim FRPB langsung diterjunkan ke sejumlah wilayah yang membutuhkan tenaga tambahan, termasuk pemukiman yang masih tertutup material vulkanik dan titik pengungsian yang terus bertambah. Tantangan terbesar yang mereka hadapi adalah cuaca tak menentu serta jalur yang masih tertutup sebagian.
Kehadiran relawan dari Pamekasan mendapat sambutan hangat dari petugas posko dan warga. Dukungan lintas daerah ini dinilai penting untuk mempercepat pemulihan situasi serta membantu korban yang membutuhkan penanganan segera.
Hingga berita ini ditayangkan, tim FRPB Pamekasan masih bersiaga penuh dan terus melakukan pemantauan di lapangan. Mereka akan menjalankan misi selama beberapa hari ke depan, dengan kemungkinan perpanjangan sesuai kebutuhan kondisi darurat di Semeru. (znf/Aj).





