Prengki Wirananda Luncurkan Buku Merajut Mimpi, Madura Provinsi

Avatar

- Reporter

Kamis, 4 Desember 2025 - 15:37 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Prengki Wirananda tengah menunjukkan buku yang baru saja diluncurkan.

Prengki Wirananda tengah menunjukkan buku yang baru saja diluncurkan.

PAMEKASAN, NOTICE – Wacana Madura menjadi provinsi kembali menghangat. Bukan lewat panggung politik, melainkan dari sebuah karya literasi yang memantik ulang gairah perjuangan lama. Prengki Wirananda resmi meluncurkan buku perdananya berjudul “Merajut Mimpi, Madura Provinsi”, Kamis (4/12/2025), sebuah karya yang disebutnya sebagai “suara hati para pejuang Madura” yang selama ini jarang terdengar.

 

Buku tersebut bukan hanya mengurai sejarah, tetapi juga menghidupkan kembali ingatan kolektif tentang perjalanan panjang tokoh, ulama, dan pemuda Madura yang sejak 1990-an memperjuangkan kemandirian tanah kelahiran mereka.

 

Di hadapan para undangan, Prengki menegaskan bahwa bukunya ditulis bukan sekadar sebagai dokumentasi, tetapi penjaga nyala perjuangan yang nyaris padam di tengah hiruk-pikuk isu pembangunan nasional.

BACA JUGA :  PWI Pamekasan dan Dinas Perpustakaan Ubah Pola Literasi: Dari Rak Buku ke Layar Gawai

 

“Banyak perjuangan yang dilakukan dalam senyap. Ada keringat, ada air mata, dan ada mimpi besar di baliknya. Saya menulis agar cerita itu tidak hilang, agar generasi muda tahu bahwa mimpi Madura jadi provinsi bukan wacana sesaat,” ujarnya.

 

Melalui riset mendalam dan wawancara para pelaku sejarah, Prengki menggambarkan bagaimana keinginan menjadikan Madura sebagai provinsi lahir dari kegelisahan panjang: ketimpangan pembangunan, keterbatasan akses kebijakan, hingga lambannya pemerataan kesejahteraan.

 

Ia menilai Madura memiliki potensi besar yang selama ini belum digarap maksimal. Mulai dari kekayaan pertanian, kelautan, migas, hingga kualitas SDM yang kuat. Potensi tersebut, katanya, akan jauh lebih terkelola jika Madura memiliki kewenangan penuh sebagai provinsi.

BACA JUGA :  Resmi Dilantik, Begini Komitmen Ketua PWI Pamekasan

 

“Jika Madura berdiri sebagai provinsi, pembangunan bisa bergerak lebih cepat dan tepat sasaran. Kebijakan tidak lagi terpinggirkan oleh prioritas daerah lain. Masyarakat Madura berhak merasakan perhatian yang lebih proporsional,” tegasnya.

 

Prengki juga menyinggung ketimpangan pembangunan yang kerap dirasakan masyarakat. Menurutnya, posisi Madura sebagai bagian dari Jawa Timur sering membuat kebutuhan lokal tidak menjadi fokus utama.

 

Karena itu, buku ini sekaligus menjadi kritik halus terhadap situasi yang berlangsung bertahun-tahun, sekaligus seruan moral agar pemerintah pusat dan daerah melihat kembali pentingnya keadilan pembangunan untuk Madura.

 

Peluncuran buku ini menjadi momentum untuk membangkitkan kembali ghirah perjuangan pemekaran Madura. Prengki berharap buku tersebut menjadi pemantik diskusi, penguat gerakan, dan sumber inspirasi bagi generasi muda Madura agar lebih berani menyuarakan masa depan daerahnya.

BACA JUGA :  Resmi Terpilih, Makruf Siap Bawa ESI Pamekasan Lebih Profesional dan Berprestasi

 

“Saya ingin anak-anak muda tahu, bahwa ada mimpi besar yang pernah diperjuangkan pendahulu kita. Dan tugas kita adalah melanjutkan mimpi itu dengan cara yang lebih terstruktur dan cerdas,” katanya.

 

Meski mengakui banyak tantangan baik politik, regulasi, maupun kesiapan daerah Prengki tetap optimistis. Baginya, perjuangan Madura menjadi provinsi adalah perjalanan panjang yang tidak boleh berhenti.

 

“Mungkin bukan sekarang, mungkin bukan dalam waktu dekat. Tapi saya percaya, selama semangat kebersamaan itu ada, Madura akan sampai pada titik itu. Buku ini hanya satu ikhtiar kecil untuk merawat mimpi besar itu,” pungkasnya. (znf/Aj).

Berita Terkait

Angin Kencang Terjang Wilayah Palengaan Pamekasan, Atap Halaman Masjid Ambruk
Lolos dari Penggerebekan di Proppo, Terduga Pengedar Narkoba Ditetapkan sebagai DPO
Sempat Ditolak, Wacana Revitalisasi Terminal Kargo Jadi Pusat UMKM Baru Kembali Diajukan
Jaka Jatim Batal Demo Polres Pamekasan, Pilih Audiensi Soal Dugaan Penjarahan dan Pengancaman
Pembaruan DTSEN Baru 30 Persen, Warga Pamekasan Terancam Kesulitan Akses Bantuan dan Layanan Kesehatan
Fraksi PKB Kritik Proyeksi APBD 2027, PAD Pamekasan Jadi Sorotan
Aliansi BEM Pamekasan Demo Bea Cukai Madura, Soroti Kegaduhan Rokok Marbol di Desa Plakpak Pegantenan
Jalan, Air Bersih hingga Rumah Layak, Ini Sasaran TMMD ke-130 Kodim 0826 Pamekasan

Berita Terkait

Senin, 19 Oktober 2026 - 15:37 WIB

Angin Kencang Terjang Wilayah Palengaan Pamekasan, Atap Halaman Masjid Ambruk

Senin, 19 Oktober 2026 - 13:24 WIB

Lolos dari Penggerebekan di Proppo, Terduga Pengedar Narkoba Ditetapkan sebagai DPO

Jumat, 16 Oktober 2026 - 22:00 WIB

Sempat Ditolak, Wacana Revitalisasi Terminal Kargo Jadi Pusat UMKM Baru Kembali Diajukan

Kamis, 15 Oktober 2026 - 23:34 WIB

Jaka Jatim Batal Demo Polres Pamekasan, Pilih Audiensi Soal Dugaan Penjarahan dan Pengancaman

Rabu, 14 Oktober 2026 - 23:47 WIB

Fraksi PKB Kritik Proyeksi APBD 2027, PAD Pamekasan Jadi Sorotan

Berita Terbaru