Pamekasan, notice – Siapa bilang pasar tradisional tidak bisa modern dan higienis? Pasar Kolpajung di Kabupaten Pamekasan justru membuktikan sebaliknya. Pasar ini resmi mewakili Jawa Timur dalam ajang Lomba Pasar Pangan Aman Berbasis Komunitas 2025 tingkat nasional, sebagai salah satu yang terbaik dari wilayah regional barat Indonesia.
Setelah dinobatkan sebagai Peringkat 1 Terbaik di tingkat provinsi, Pasar Kolpajung melaju ke tahap nasional bersaing dengan pasar-pasar unggulan lainnya seperti Pasar Kramat Jati (DKI Jakarta), Pasar Kota Medan (Bengkulu), Pasar Sentul (Yogyakarta), dan Pasar Cipanas (Bandung).
Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Pamekasan, Basri Yulianto, menyatakan bahwa Pasar Kolpajung dinilai layak maju ke level nasional setelah melalui serangkaian proses ketat, mulai dari pemeriksaan dokumen, penilaian lapangan, hingga evaluasi atas kemandirian dan inovasi pengelolaan pasar.
“Pasar Kolpajung telah memenuhi berbagai aspek penilaian, mulai dari bangunan dan zonasi, sarana pengujian pangan, pengelolaan air bersih, hingga sistem drainase dan manajemen sampah yang berbasis lingkungan,” ungkap Basri, Senin (23/06/25).
Salah satu nilai plus dari pasar ini adalah keberadaan TPS3R (Tempat Pengelolaan Sampah Reduce, Reuse, Recycle), serta penggunaan drone water tank berkapasitas 120 ribu liter per hari untuk menjamin ketersediaan air bersih di blok pasar dan toilet umum.
Basri menambahkan bahwa sistem pengelolaan limbah di pasar ini pun sudah terintegrasi dengan IPAL (Instalasi Pengolahan Air Limbah), yang memastikan air limbah dari pasar kembali bersih sebelum dilepas ke lingkungan.
“Penilaian lomba ini bukan hanya soal fisik pasar, tapi juga bagaimana menjamin bahwa produk pangan yang dijual bebas dari bahan berbahaya seperti formalin, boraks, atau pewarna tekstil. Semua harus didukung hasil uji laboratorium dari BPOM Surabaya,” jelasnya.
Ke depan, Pemerintah Kabupaten Pamekasan berharap Pasar Kolpajung tidak hanya berhenti sebagai peserta lomba, tetapi bisa naik level menjadi pasar dengan standar nasional Indonesia (SNI) dan sertifikasi halal.
“Bayangkan, sebuah pasar tradisional yang mampu memberikan jaminan keamanan, kebersihan, dan kehalalan bagi semua produk yang dijual. Ini bukan hanya tentang perlombaan, ini tentang masa depan pasar rakyat,” pungkasnya.






