PAMEKASAN, NOTICENEWS.id – Harapan baru mulai tumbuh di kalangan petani tembakau Kabupaten Pamekasan. Seiring dimulainya musim tanam di sejumlah wilayah, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pamekasan melalui Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) memastikan langkah konkret untuk menjaga stabilitas pasar sekaligus mendorong kenaikan harga tembakau dibanding tahun sebelumnya.
Komitmen tersebut disampaikan Kepala Bidang Produksi Pertanian DKPP Pamekasan, Andi Ali Syahbana. Menurutnya, pemerintah daerah terus melakukan berbagai upaya agar hasil panen petani tahun ini memberikan keuntungan yang lebih baik.
“Pemerintah daerah berkomitmen agar harga tembakau tahun ini lebih baik dibanding tahun lalu. Kami terus melakukan monitoring lapangan serta pembinaan kepada kelompok tani agar kualitas tembakau meningkat,” ujarnya, Selasa (23/6/2026).
Andi menjelaskan, kualitas tembakau masih menjadi faktor utama yang menentukan harga jual di tingkat petani. Karena itu, DKPP intensif melakukan pendampingan mulai dari proses budidaya, perawatan tanaman hingga teknik panen yang tepat.
“Melalui pendampingan kelompok tani, kami mendorong petani menerapkan pola budidaya yang baik. Jika kualitas tembakau meningkat, daya tawarnya juga akan semakin kuat di hadapan pabrikan,” katanya.
Meski demikian, ia mengakui musim tanam tahun ini masih dibayangi tantangan cuaca yang tidak menentu. Perubahan iklim dan pergeseran musim akibat fenomena cuaca global menjadi faktor yang turut memengaruhi produktivitas tanaman tembakau.
“Cuaca memang menjadi tantangan yang tidak bisa dikendalikan. Namun kami berharap kondisi ke depan lebih mendukung sehingga hasil panen petani bisa maksimal,” tambahnya.
Di sisi lain, optimisme juga datang dari para petani. Salah satunya Andi Rois, petani tembakau asal Desa Klompang Timur, yang mengaku tanamannya sudah mendekati masa panen.
“Insyaallah sekitar satu minggu lagi mulai panen. Sekarang tinggal berharap cuaca tetap bagus agar kualitas tembakau terjaga,” ungkapnya.
Rois berharap pemerintah tidak hanya fokus pada peningkatan kualitas produksi, tetapi juga memperkuat posisi tawar petani saat berhadapan dengan pabrikan.
“Kami berharap pemerintah bisa menjadi jembatan antara petani dan pabrikan agar harga tembakau tidak jatuh saat panen. Harapannya, hasil jerih payah petani bisa dihargai dengan harga yang layak,” tandasnya.
Dengan musim panen yang mulai bergulir, petani tembakau di Pamekasan kini menaruh harapan besar pada kualitas hasil panen dan keberpihakan pasar, agar komoditas andalan Madura tersebut mampu memberikan keuntungan yang lebih baik tahun ini. (znf/Aj).







