PAMEKASAN, NOTICENEWS.id – Ketua DPRD Pamekasan Ali Masykur mendukung tuntutan evaluasi terhadap Koordinator Wilayah Badan Gizi Nasional (BGN) Pamekasan, Hariyanto Rahmansyah Tri Arif, setelah yang bersangkutan tidak hadir menemui massa aksi Pengurus Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PC PMII) Pamekasan, Rabu (24/6/2026).
Menurut Ali Masykur, sikap Korwil BGN Pamekasan tersebut menunjukkan ketidaksiapan dalam merespons kritik dan aspirasi masyarakat, khususnya terkait pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menjadi salah satu program prioritas pemerintah pusat.
“Satu hari sebelum aksi saya sudah dua kali menelpon yang bersangkutan. Waktu itu dia menyatakan siap hadir. Namun hari ini saat dihubungi justru teleponnya tidak aktif dan menyampaikan sedang berada di Surabaya,” kata Ali Masykur.
Politikus Partai Persatuan Pembangunan (PPP) itu mengaku kemudian mencoba memastikan keberadaan Korwil BGN melalui aparat kepolisian. Dari informasi yang diperoleh, Hariyanto diketahui berada di Kabupaten Sumenep.
“Kami coba cek melalui kepolisian, ternyata informasinya berada di Sumenep. Ini yang sangat kami sesalkan,” ujarnya.
Ali menegaskan, DPRD Pamekasan sebenarnya telah membuka ruang dialog dengan mengundang Korwil BGN untuk berdiskusi langsung dengan mahasiswa. Namun kesempatan tersebut tidak dimanfaatkan.
“Kami mengundang secara baik-baik untuk berdiskusi. Kemarin bilang siap, tetapi hari ini justru sulit dihubungi. Sikap seperti ini tentu tidak mencerminkan pejabat yang kooperatif,” tegasnya.
Atas kondisi tersebut, Ali menyatakan setuju apabila BGN Pusat melakukan evaluasi terhadap kinerja Korwil BGN Pamekasan. Bahkan, menurutnya, pergantian pejabat dapat menjadi opsi apabila hasil evaluasi menunjukkan adanya ketidakmampuan menjalankan tugas secara maksimal.
“Kami setuju jika dilakukan evaluasi. Kalau hasil evaluasinya memang harus diganti, ya silakan diganti. Karena yang bersangkutan tidak kooperatif terhadap aspirasi masyarakat,” katanya.
Ali juga mendukung langkah PC PMII Pamekasan yang berencana mengirimkan surat evaluasi kepada BGN Pusat dengan tembusan kepada Presiden Republik Indonesia.
Menurutnya, surat tersebut penting agar pimpinan BGN mengetahui langsung kondisi yang terjadi di daerah, termasuk respons pejabat yang ditugaskan menjalankan program strategis nasional.
“Silakan disampaikan ke BGN Pusat bahkan tembusan ke Presiden. Supaya mereka mengetahui bagaimana sikap Korwil BGN Pamekasan yang tidak mengindahkan permintaan mahasiswa untuk berdialog,” tandasnya.
Sementara itu, hingga berita ini ditulis, Korwil BGN Pamekasan Hariyanto Rahmansyah Tri Arif belum memberikan tanggapan. Upaya konfirmasi yang dilakukan melalui pesan WhatsApp juga belum mendapat respons. (Mad/Aj)







