PAMEKASAN, NOTICE – Gebyar Hifdzil Qur’an (HMQ), Musabaqah Qira’atul Kutub (MQK), dan Musabaqah Hifdzi Alfiyah Ibnu Malik (MHA) resmi dibuka Bupati Pamekasan, KH Kholilurrahman, sebagai rangkaian peringatan Hari Jadi ke-495 Pamekasan.
Dalam sambutannya, Bupati menegaskan bahwa kegiatan bernuansa religius ini bukan sekadar kompetisi, melainkan ikhtiar bersama untuk menanamkan nilai-nilai Qur’ani kepada generasi muda.
Bupati menekankan bahwa Al-Qur’an adalah mukjizat terbesar yang diwariskan Rasulullah SAW, dan nilai-nilainya harus terus dihidupkan dalam kehidupan masyarakat. Ia mengajak seluruh peserta menjadikan semangat Rasulullah sebagai inspirasi dalam meningkatkan etos kerja, pengabdian, serta komitmen membangun daerah.
“Pengabdian kepada bangsa, negara, dan Pamekasan tercinta adalah bagian dari ibadah untuk meraih ridho Allah SWT,” ujarnya saat menghadiri acara penyerahan piagam di Pendopo Ronggosukowati, Selasa (11/11).
Ia menegaskan bahwa manusia dimuliakan ketika menaati perintah-Nya, namun dapat jatuh pada derajat paling rendah ketika melanggar batasan yang telah Allah tetapkan.
Karena itu, ia menilai kegiatan HMQ, MQK, dan MHA sangat strategis dalam membentuk generasi yang berakhlak, cerdas, dan berkarakter Qur’ani. Pemerintah Kabupaten Pamekasan, kata Bupati, memberikan apresiasi penuh kepada seluruh panitia yang telah mempersiapkan kegiatan dengan baik.
Bupati berharap rangkaian lomba ini menjadi ladang pembinaan untuk melahirkan bibit-bibit unggul yang kelak mampu berprestasi di tingkat lebih tinggi. Ia menyampaikan terima kasih kepada para pembina dan peserta yang menunjukkan antusiasme besar dalam memeriahkan agenda keagamaan ini.
“Semoga kegiatan ini menumbuhkan kecintaan generasi kita pada Al-Qur’an serta menjadi jalan lahirnya kader Qur’ani yang siap menjaga marwah agama dan daerah,” tuturnya.
Di akhir sambutan, Bupati Pamekasan secara resmi membuka Gebyar HMQ, MQK, dan MHA dengan mengucapkan Bismillahirrahmanirrahim, sekaligus mengajak seluruh masyarakat menjadikan momentum Hari Jadi ke-495 ini sebagai sarana memperkuat spiritualitas dan persatuan. (znf/Aj).






