PAMEKASAN, NOTICE – Pimpinan Komisariat (PK) Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) UIN Madura resmi melaksanakan pelantikan kepengurusan baru pada Kamis, 2 April 2026 pukul 10.00 WIB. Kegiatan yang berlangsung di Aula Kementerian Agama tersebut mengusung tema Menyatukan Gerakan: Menguatkan Kepengurusan, Together We Move – Improve.
Pelantikan ini menjadi momentum strategis dalam memperkuat arah gerakan organisasi di lingkungan kampus, sekaligus sebagai langkah awal dalam membangun kepengurusan yang solid, kolaboratif, dan berorientasi pada kemajuan bersama.
Ketua PK IPNU UIN Madura, Moh Sukriya Afandi Kuseiri yang akrab disapa rekan Fandi, dalam sambutannya menekankan bahwa organisasi tidak akan berjalan tanpa adanya kesadaran kolektif dari seluruh pengurus.
“Kita tidak bisa bergerak sendiri. Organisasi ini harus dijalankan dengan kebersamaan, saling menguatkan, dan saling melengkapi. Together We Move – Improve adalah komitmen kita untuk terus bergerak dan berkembang,” ungkapnya.
Ia juga menegaskan bahwa kepengurusan yang dilantik hari ini harus mampu menghadirkan perubahan nyata, bukan sekadar menjalankan rutinitas organisasi.
“Jangan hanya aktif secara struktural, tetapi juga harus produktif secara kultural dan intelektual. Di sinilah kita diuji untuk benar-benar memberi arti bagi organisasi,” tambahnya.
Dalam kesempatan yang sama, Ketua PK IPPNU UIN Madura menyampaikan bahwa menyatukan gerakan merupakan langkah awal dalam menciptakan organisasi yang hidup dan berdampak.
“Menyatukan gerakan berarti menyatukan semangat, visi, dan langkah. Ketika itu sudah terbangun, maka organisasi ini akan mampu melahirkan kader-kader yang kuat dan berdaya saing,” tuturnya.
Sementara itu, Dr. Mustajab Mansyur, S. Ag., IPI., M.Pd selaku pembina PK IPNU-IPPNU UIN Madura dalam arahannya menegaskan pentingnya menjaga nilai-nilai Ahlussunnah wal Jama’ah di tengah dinamika kehidupan kampus.
“Di dunia kampus yang penuh dengan berbagai pemikiran dan dinamika, kader IPNU dan IPPNU harus tetap teguh menjaga nilai-nilai Ahlussunnah wal Jama’ah. Jangan sampai kita kehilangan identitas hanya karena mengikuti arus. Justru di sinilah kita harus hadir membawa nilai, menjaga tradisi, dan memberi warna,” tegasnya.
Ia juga menambahkan bahwa kader IPNU-IPPNU harus mampu menjadi jembatan antara tradisi dan intelektualitas.
“Kampus adalah ruang berpikir, tetapi nilai adalah arah. Maka keduanya harus berjalan seimbang agar kader tidak hanya cerdas, tetapi juga memiliki pijakan yang kuat,” imbuhnya.
Dengan dilantiknya kepengurusan baru ini, PK IPNU-IPPNU UIN Madura diharapkan mampu membangun gerakan yang lebih progresif dan adaptif terhadap perkembangan zaman. Semangat Menyatukan Gerakan menjadi fondasi utama dalam memperkuat kepengurusan serta melahirkan kader pelajar NU yang siap bergerak, berkembang, dan berkarya di masa depan. (Zn)






