PAMEKASAN, NOTICE – Pasca pelantikan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Paruh Waktu, persoalan ketimpangan distribusi tenaga pendidik masih menjadi pekerjaan rumah besar Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Pamekasan. Hingga kini, sebagian PPPK yang baru dilantik bahkan belum mendapatkan kelas maupun mata pelajaran.
Kepala Bidang Tenaga Kependidikan (Tendik) Disdikbud Pamekasan, Fadlillah, mengungkapkan bahwa jumlah PPPK Paruh Waktu yang dilantik beberapa waktu lalu mencapai sekitar 1.388 orang, terdiri dari tenaga kependidikan dan guru mata pelajaran. Namun, tidak semua dari mereka langsung bisa menjalankan tugas mengajar.
“Sebagian memang masih belum kebagian kelas atau mata pelajaran. Ini karena distribusi dan pemerataannya masih kami data dan petakan,” jelas Fadlillah, Selasa (13/1/2026).
Ia mengakui, hingga saat ini Disdikbud masih melakukan pendataan menyeluruh untuk mengetahui sekolah-sekolah yang mengalami kekurangan maupun kelebihan tenaga pendidik. Hasil sementara menunjukkan adanya penumpukan guru dan Tendik di wilayah perkotaan Pamekasan.
“Sekolah-sekolah di daerah kota pada dasarnya sudah cukup. Justru yang terjadi sekarang ada penumpukan, sementara di wilayah utara dan daerah terpencil masih kekurangan,” ungkapnya.
Kondisi tersebut, lanjut Fadlillah, akan segera ditindaklanjuti dengan kebijakan redistribusi PPPK Paruh Waktu ke wilayah yang benar-benar membutuhkan, termasuk daerah Pantura Pamekasan.
“Paruh waktu yang menumpuk di kota akan kami distribusikan ke daerah-daerah terpencil agar pemerataan bisa tercapai,” tegasnya.
Disdikbud Pamekasan menargetkan proses pendataan dan pemetaan ini dapat segera rampung. Harapannya, ke depan tidak ada lagi sekolah di Pamekasan yang kekurangan tenaga pendidik maupun guru mata pelajaran.
“Target kami jelas, tidak boleh ada lagi sekolah yang kekurangan guru atau Tendik. Semua harus merata,” pungkasnya. (znf/Aj).






