Pamekasan, notice – Badan Gizi Nasional (BGN) Kabupaten Pamekasan menegaskan bahwa peristiwa muntah yang dialami sejumlah siswa SDN Pasanggar 1, Kecamatan Pegantenan, bukan disebabkan oleh Makan Bergizi Gratis (MBG).
Koordinator BGN Pamekasan, Hariyanto Rachmansyah, menyebut salah satu siswa sudah dalam kondisi kurang sehat sebelum masuk sekolah.
“Anak tersebut sebenarnya sakit dan beberapa hari tidak masuk. Saat masuk, kondisinya belum pulih, lalu setelah makan dia muntah. Kejadiannya mengenai baju, sehingga teman di sekitarnya ikut muntah karena jijik, bukan karena keracunan,” jelas Hariyanto, Jum’at (18/9/2025).
Ia memastikan persoalan tersebut sudah selesai setelah adanya musyawarah dan klarifikasi antara pihak sekolah, orang tua, serta yayasan penyedia makanan.
“Sudah ada penjelasan resmi, bahkan dengan video klarifikasi. Jadi tidak benar kalau itu disebut keracunan MBG,” tegasnya.
Meski begitu, BGN tetap melakukan evaluasi terhadap seluruh dapur penyedia MBG agar lebih ketat dalam menjaga kualitas.
“Kami tetap mengingatkan pihak dapur untuk kontrol dari segala sisi. Jumlah menu yang disiapkan ribuan setiap hari, tapi masing-masing dapur sudah punya manajemen dan tenaga ahli gizi,” tambahnya.
Hariyanto menegaskan, khusus di Yayasan Dapur Al Bukhari, tim penyedia MBG dilengkapi tenaga profesional, mulai dari kepala dapur, akuntansi, hingga ahli gizi.
“Kualitas makanan tetap sesuai standar. Jadi masyarakat tidak perlu khawatir,” pungkasnya.
Untuk diketahui, wartawan notice telah berupaya mengkonfirmasi kepada management Yayasan SPPG Al-Bukhari selaku penyedia menu MBG di SDN Pasanggar 1. (mad).






