Diduga Keracunan, Polisi Dalami Kasus Siswa SDN Pasanggar 1 Pamekasan Muntah

Avatar

- Reporter

Kamis, 18 September 2025 - 04:56 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Polisi tengah mendalami siswa SDN Pasanggar 1 yang mengalami muntah.

Polisi tengah mendalami siswa SDN Pasanggar 1 yang mengalami muntah.

PAMEKASAN//NOTICE – Program penyediaan makanan bergizi gratis (MBG) di SDN Pasanggar 1, Kecamatan Pegantenan, Pamekasan, berujung dugaan keracunan. Sebanyak 8 siswa dilaporkan mengalami muntah-muntah usai menyantap hidangan dari program SPPG Yayasan Al-Bukhari Murtajih pada Selasa (16/9/2025) pagi.

Kasus ini mencuat setelah beredarnya pesan suara di media sosial WhatsApp. Polsek Pegantenan yang menerima laporan langsung turun ke lokasi untuk melakukan investigasi.

“Kami datangi sekolah dan bertemu dengan kepala sekolah serta wali kelas. Dari keterangan pihak sekolah, ada empat siswa yang muntah. Namun keterangan siswa berbeda, jumlahnya bisa mencapai enam hingga tujuh anak,” ujar Kapolsek Pegantenan, Iptu Hery, Rabu (17/9/2025) malam.

BACA JUGA :  Datangkan Mahfud MD, Bupati Pamekasan Gelar Orasi Kebangsaan dan Penegakan Hukum

Peristiwa muntah-muntah itu terjadi saat jam istirahat pertama sekitar pukul 09.00 WIB. Tiga siswa dilaporkan sudah kembali masuk sekolah, sementara satu siswa masih belum sehat hingga tidak hadir. Polisi juga sempat mendatangi rumah siswa yang belum bisa bersekolah.

“Kami lihat langsung kondisi anak itu, alhamdulillah mulai membaik,” imbuh Iptu Hery.

BACA JUGA :  Rapat Paripurna Harjad ke-495 Pamekasan Hadirkan Nuansa Budaya dengan Batik dan Odheng

Polsek Pegantenan kemudian bergerak ke dapur penyedia makanan MBG. Petugas mengamankan sampel menu yang disajikan pada Selasa dan Rabu untuk kepentingan pemeriksaan lebih lanjut.

“Kami ingin memastikan apakah penyebab muntah-muntah ini karena faktor makanan, kebersihan wadah, atau ada faktor lain. Apalagi, dari 1.700 penerima menu MBG, hanya beberapa siswa yang mengalami gejala,” jelasnya.

BACA JUGA :  Kesadaran Finansial Meningkat, Gen Z Jadi Motor Utama Pertumbuhan Tabungan Emas Pegadaian

Meski begitu, penanganan kesehatan terhadap para siswa dipertanyakan. Sebab, anak-anak yang mengalami muntah-muntah tidak mendapat penanganan medis dari puskesmas atau tenaga kesehatan.

“Mereka dirawat di rumah masing-masing, sesuai keterangan orang tua siswa,” ungkap Kapolsek.

Hingga kini, kepolisian masih mendalami kasus ini untuk memastikan sumber penyebabnya.

“Kami sudah pegang sampel makanan, keterangan siswa, sekolah, dan penyedia. Semua data ini akan kami analisa lebih lanjut untuk memastikan kebenarannya,” pungkasnya. (Mad).

Berita Terkait

Eks Anggota DPRD Sumenep Dijemput Paksa, Kasus Penipuan Alat Berat Rp 1 Miliar Berujung Penahanan
Warga Komis Sampang Bangun Jalan Sendiri Lewat Gotong Royong & Live TikTok
Ribuan Warga Tumpah Ruah Sambut Kedatangan Haji Her Usai Pemeriksaan KPK
CEO Bawang Mas Group Haji Her Datangi Gedung Merah Putih KPK, Penuhi Pemeriksaan Kasus Suap Bea Cukai
Wabup Sukriyanto Dorong Layanan Cathlab RSUD Pamekasan Tercover BPJS Kesehatan
Bocah 5 Tahun di Pasean Pamekasan Tewas Diserang Monyet Lepas Saat Bermain
Bupati Pamekasan Sampaikan LKPJ 2025, Paparkan Capaian Ekonomi dan Kinerja Pemda
Usai Libur Idul Fitri, Bupati Pamekasan Ingatkan ASN Kembali Melayani Masyarakat

Berita Terkait

Sabtu, 18 April 2026 - 13:42 WIB

Eks Anggota DPRD Sumenep Dijemput Paksa, Kasus Penipuan Alat Berat Rp 1 Miliar Berujung Penahanan

Minggu, 12 April 2026 - 22:28 WIB

Warga Komis Sampang Bangun Jalan Sendiri Lewat Gotong Royong & Live TikTok

Minggu, 12 April 2026 - 12:11 WIB

Ribuan Warga Tumpah Ruah Sambut Kedatangan Haji Her Usai Pemeriksaan KPK

Kamis, 9 April 2026 - 16:13 WIB

CEO Bawang Mas Group Haji Her Datangi Gedung Merah Putih KPK, Penuhi Pemeriksaan Kasus Suap Bea Cukai

Selasa, 7 April 2026 - 19:16 WIB

Wabup Sukriyanto Dorong Layanan Cathlab RSUD Pamekasan Tercover BPJS Kesehatan

Berita Terbaru