4 Pilar Kiai Asep: Wujudkan Bangsa yang Sejahtera dan Berkeadilan

Avatar

- Reporter

Minggu, 2 November 2025 - 23:45 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Prof. Dr. KH. Asep Saifuddin Chalim, M.A., saat diwawancarai.

Prof. Dr. KH. Asep Saifuddin Chalim, M.A., saat diwawancarai.

MOJOKERTO, NOTICE – Seruan transformasi menggema dari Pondok Pesantren Amanatul Ummah saat Prof. Dr. KH. Asep Saifuddin Chalim, M.A., memberi wejangan tegas kepada kader Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) dalam resepsi Kick Off Harlah Kopri ke-58, Minggu (2/10/2025).

 

Pengasuh Amanatul Ummah ini menegaskan bahwa PMII harus memasuki fase baru perjuangan. Jika dahulu PMII fokus menjaga nilai Ahlussunnah wal Jamaah (Aswaja) dan mengawal kemerdekaan, maka saat ini tantangan baru menuntut orientasi yang lebih visioner.

 

“Kader PMII banyak berasal dari pesantren. Karena itu, harus ada hijrah atau berpindah menuju kualitas yang lebih baik, terutama dalam ibadah dan orientasi gerakan,” seru Kiai Asep.

BACA JUGA :  Festival Batik Madura 2025: Momentum Menghidupkan Kembali Identitas dan Ekonomi Kreatif Warga Pesisir Garam

 

Ia menekankan pentingnya mengubah mindset sebagian kader yang memplesetkan PMII sebagai “Pergerakan Mahasiswa Insyaallah Islam”.

 

“Sudah saatnya orientasi PMII benar-benar Islam. Bukan insyaallah lagi,” tegasnya disambut riuh hadirin.

 

Menurutnya, ketika Indonesia belum merdeka, pesantren berjuang untuk kemerdekaan. Setelah merdeka, PMII hadir menjaga Aswaja dan mengawal negeri. Namun kini, orientasi perjuangan harus naik kelas.

 

“Sekarang orientasinya adalah mewujudkan cita-cita kemerdekaan: Indonesia maju, adil, dan makmur,” ujarnya.

BACA JUGA :  Pamekasan Raih Predikat Sangat Inovatif di IGA 2025, Buktikan Transformasi Birokrasi di Tengah Keterbatasan Anggaran

 

Untuk mewujudkan bangsa yang sejahtera dan berkeadilan, Kiai Asep merumuskan empat pilar kaderisasi yang harus dilahirkan PMII–Kopri:

  1. Melahirkan Ulama dan Ilmuwan Besar. Kader harus menjadi rujukan keilmuan, baik agama maupun akademik yang karya dan pikirannya menjadi referensi para pengambil kebijakan.
  2. Menjadi Pemimpin Bangsa dan Dunia. PMII harus mencetak pemimpin nasional hingga global yang berani memperjuangkan kemaslahatan umat dan menegakkan keadilan.
  3. Menjadi Konglomerat Dermawan. PMII tak boleh alergi pada kekayaan. Kader harus siap menjadi pengusaha besar yang loman (dermawan), bukan kapitalis yang menindas rakyat kecil. “Konglomerat yang mensejahterakan, bukan yang membuat orang miskin tetap jadi buruh,” tekannya.
  4. Mencetak Profesional Andal dan Berintegritas. Kader wajib menempatkan diri di ruang-ruang strategis profesional: birokrasi, kesehatan, teknologi, pendidikan, media, dan sektor lainnya.
BACA JUGA :  Warga Batumarmar Pamekasan Digegerkan Penemuan Mayat Terbakar dan Penuh Luka

Kiai Asep menutup dengan optimisme terhadap masa depan PMII dan Kopri.

 

“Insyaallah kader PMII akan menjadi pemimpin yang baik. Saya melihat Ketua PB PMII dari keluarga pesantren Tambak Beras Jombang, dan Ketua PB Kopri adalah cucu saya,” ujarnya dengan penuh harap. (Ical/Aj).

Berita Terkait

Audiensi ke Bupati, Forkom Nakes Sebut Kadinkes Pamekasan Diduga Diintimidasi Demostran
Ibu dan Anak di Pamekasan Didatangi Orang Tak Dikenal, Diancam Celurit dan Barang Usaha Dijarah
Sempat Tertinggal, PAD Dishub Pamekasan Meroket 21 Persen dalam Dua Bulan
Kemarau Menggerus Debit Air, Pasokan PDAM Pamekasan Anjlok Lebih dari 50 Persen di Dua Titik
Percepat Pembangunan Infrastruktur, DPRKP Bersama Camat Kota Pamekasan Perkuat Sinergitas
Video Dugaan Penganiayaan Santri di Batumarmar Viral, Korban Dirawat di RSUD Pamekasan
HUT ke-81 TNI, Kodim Pamekasan Tegaskan Kekuatan Prajurit Bertumpu pada Kemanunggalan dengan Rakyat
Momentum Hari Batik Nasional, DPRD Pamekasan Soroti Gedung Sentra Batik Klampar Belum Optimal

Berita Terkait

Selasa, 6 Oktober 2026 - 20:55 WIB

Audiensi ke Bupati, Forkom Nakes Sebut Kadinkes Pamekasan Diduga Diintimidasi Demostran

Selasa, 6 Oktober 2026 - 15:33 WIB

Ibu dan Anak di Pamekasan Didatangi Orang Tak Dikenal, Diancam Celurit dan Barang Usaha Dijarah

Selasa, 6 Oktober 2026 - 14:18 WIB

Sempat Tertinggal, PAD Dishub Pamekasan Meroket 21 Persen dalam Dua Bulan

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:30 WIB

Kemarau Menggerus Debit Air, Pasokan PDAM Pamekasan Anjlok Lebih dari 50 Persen di Dua Titik

Selasa, 6 Oktober 2026 - 12:02 WIB

Percepat Pembangunan Infrastruktur, DPRKP Bersama Camat Kota Pamekasan Perkuat Sinergitas

Berita Terbaru