MOJOKERTO, NOTICE – Seruan transformasi menggema dari Pondok Pesantren Amanatul Ummah saat Prof. Dr. KH. Asep Saifuddin Chalim, M.A., memberi wejangan tegas kepada kader Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) dalam resepsi Kick Off Harlah Kopri ke-58, Minggu (2/10/2025).
Pengasuh Amanatul Ummah ini menegaskan bahwa PMII harus memasuki fase baru perjuangan. Jika dahulu PMII fokus menjaga nilai Ahlussunnah wal Jamaah (Aswaja) dan mengawal kemerdekaan, maka saat ini tantangan baru menuntut orientasi yang lebih visioner.
“Kader PMII banyak berasal dari pesantren. Karena itu, harus ada hijrah atau berpindah menuju kualitas yang lebih baik, terutama dalam ibadah dan orientasi gerakan,” seru Kiai Asep.
Ia menekankan pentingnya mengubah mindset sebagian kader yang memplesetkan PMII sebagai “Pergerakan Mahasiswa Insyaallah Islam”.
“Sudah saatnya orientasi PMII benar-benar Islam. Bukan insyaallah lagi,” tegasnya disambut riuh hadirin.
Menurutnya, ketika Indonesia belum merdeka, pesantren berjuang untuk kemerdekaan. Setelah merdeka, PMII hadir menjaga Aswaja dan mengawal negeri. Namun kini, orientasi perjuangan harus naik kelas.
“Sekarang orientasinya adalah mewujudkan cita-cita kemerdekaan: Indonesia maju, adil, dan makmur,” ujarnya.
Untuk mewujudkan bangsa yang sejahtera dan berkeadilan, Kiai Asep merumuskan empat pilar kaderisasi yang harus dilahirkan PMII–Kopri:
- Melahirkan Ulama dan Ilmuwan Besar. Kader harus menjadi rujukan keilmuan, baik agama maupun akademik yang karya dan pikirannya menjadi referensi para pengambil kebijakan.
- Menjadi Pemimpin Bangsa dan Dunia. PMII harus mencetak pemimpin nasional hingga global yang berani memperjuangkan kemaslahatan umat dan menegakkan keadilan.
- Menjadi Konglomerat Dermawan. PMII tak boleh alergi pada kekayaan. Kader harus siap menjadi pengusaha besar yang loman (dermawan), bukan kapitalis yang menindas rakyat kecil. “Konglomerat yang mensejahterakan, bukan yang membuat orang miskin tetap jadi buruh,” tekannya.
- Mencetak Profesional Andal dan Berintegritas. Kader wajib menempatkan diri di ruang-ruang strategis profesional: birokrasi, kesehatan, teknologi, pendidikan, media, dan sektor lainnya.
Kiai Asep menutup dengan optimisme terhadap masa depan PMII dan Kopri.
“Insyaallah kader PMII akan menjadi pemimpin yang baik. Saya melihat Ketua PB PMII dari keluarga pesantren Tambak Beras Jombang, dan Ketua PB Kopri adalah cucu saya,” ujarnya dengan penuh harap. (Ical/Aj).






