PAMEKASAN//NOTICE – Kasus dugaan keracunan makanan bergizi gratis (MBG) di SDN Pasanggar 1, Kecamatan Pegantenan, Pamekasan, kini mendapat perhatian serius dari DPRD Pamekasan, Jum’at (19/9/2025).
Ketua Komisi 4 DPRD, Halili, menegaskan pihaknya akan segera memanggil Yayasan SPPG Al-Bukhari selaku penyedia untuk dimintai keterangan.
Menurut Halili, ada sejumlah hal yang perlu diklarifikasi, termasuk soal kelengkapan persyaratan resmi.
“Kami belum mengetahui apakah semua persyaratan sudah dilengkapi, baik sertifikat maupun syarat penting lainnya. Termasuk tenaga juru masak, yang seharusnya melalui pelatihan sesuai ketentuan Dinas Kesehatan. Nanti akan kami panggil pihak yayasan untuk memastikan,” tegasnya.
Selain itu, perbedaan data jumlah siswa yang mengalami muntah-muntah juga menjadi perhatian. Informasi yang beredar simpang siur, mulai dari 4, 6, hingga 8 siswa.
“Keterangan pihak sekolah menyebut hanya 4 siswa dari kelas 3. Namun kepolisian mencatat 8 siswa, sementara informasi luar menyebut 6 siswa, bahkan ada yang bilang dari kelas lain. Data ini berbeda-beda,” ujarnya.
Halili menambahkan, pihaknya sudah melakukan konfirmasi ke sekolah. Hasilnya, pihak sekolah tetap menyebut hanya 4 siswa dari satu kelas.
“Karena kami tidak memiliki data pembanding, sementara ini kami hanya bisa mengacu pada keterangan sekolah,” jelasnya.
Ia menekankan bahwa Komisi 4 DPRD Pamekasan akan mengawal kasus ini agar tidak berhenti di tengah jalan.
“Program MBG ini menyangkut kesehatan anak-anak. Jangan sampai niat baik pemerintah dan yayasan justru menimbulkan masalah baru,” pungkasnya. (Mad).






