PAMEKASAN, NOTICENEWS.id – Kecelakaan maut terjadi di depan Kampus UIN Madura, Senin (22/6/2026) sore. Seorang mahasiswi berinisial NI (19), warga Desa Panglegur, Kecamatan Tlanakan, meninggal dunia setelah sepeda motor yang ditumpanginya ditabrak dump truck bermuatan urukan galian c.
Peristiwa nahas itu terjadi saat NI berboncengan dengan rekannya, NK (19), warga Desa Sentol, Kecamatan Pademawu. Keduanya mengendarai sepeda motor Honda Beat putih bernomor polisi M 5956 BF dari arah utara menuju selatan.
Berdasarkan keterangan polisi, saat tiba di lokasi kejadian yang berada di depan area kampus UIN Madura, sepeda motor tersebut diduga hendak berputar arah atau mengambil jalur ke tengah jalan. Pada saat bersamaan, dari belakang melaju dump truck berwarna hitam bernomor polisi M 8467 UN yang dikemudikan AR (47), warga Kecamatan Tlanakan.
Unit Penegakan Hukum (Gakkum) Satlantas Polres Pamekasan, Ipda Muhammad Eko Fery, menjelaskan bahwa jarak kendaraan yang sudah terlalu dekat membuat pengemudi dump truck tidak sempat melakukan pengereman secara maksimal sehingga tabrakan tak dapat dihindari.
“Diduga pengendara sepeda motor kurang berhati-hati saat hendak mengambil jalur ke tengah atau berputar arah. Karena jarak dengan dump truck sudah terlalu dekat, pengemudi truk tidak dapat menghindar dan terjadi benturan dari arah belakang,” ujarnya.
Benturan keras membuat kedua korban terjatuh. NI yang berada di posisi penumpang terpental dan mengalami luka berat. Korban sempat dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan medis, namun nyawanya tidak tertolong.
Sementara NK yang mengendarai sepeda motor hanya mengalami luka ringan berupa lecet pada bagian tangan dan kaki.
Usai kejadian, personel Polsek Tlanakan bersama Satlantas Polres Pamekasan langsung melakukan evakuasi korban, olah tempat kejadian perkara (TKP), serta mengamankan kendaraan yang terlibat.
Polisi juga masih memeriksa sopir dump truck guna mendalami penyebab pasti kecelakaan. Selain itu, keberadaan rambu-rambu pengurangan kecepatan di sekitar kawasan kampus juga akan menjadi bagian dari evaluasi.
“Saat ini sopir masih dilakukan pemeriksaan dan kasusnya ditangani Unit Gakkum Satlantas Polres Pamekasan untuk penyidikan lebih lanjut,” pungkasnya. (znf/aj).







