Dapur MBG Miftahut Thullab Sampang Resmi Diluncurkan: Santri Sehat, Ekonomi Desa Bergerak

Avatar

- Reporter

Minggu, 9 November 2025 - 16:52 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Suasana peresmian Dapur MBG SPPG Miftahut Thullab Gedangan, Kecamatan Kedungdung, Kabupaten Sampang.

Suasana peresmian Dapur MBG SPPG Miftahut Thullab Gedangan, Kecamatan Kedungdung, Kabupaten Sampang.

SAMPANG, NOTICE – Pondok Pesantren Miftahut Thullab, Gedangan, Kecamatan Kedungdung, Kabupaten Sampang, menjadi titik awal lahirnya semangat baru kemandirian gizi dan ekonomi pesantren. Sabtu (9/11/2025), Dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Miftahut Thullab resmi diluncurkan dengan misi ganda: memenuhi gizi generasi muda sekaligus menggerakkan ekonomi lokal.

 

Program strategis ini merupakan bagian dari implementasi kebijakan nasional yang dicanangkan Presiden untuk memperkuat ketahanan gizi masyarakat dari bawah. Namun, di tangan para penggerak lokal seperti Ahmad Said, Kepala SPPG Miftahut Thullab, program ini tumbuh menjadi lebih dari sekadar dapur—ia menjadi pusat sinergi sosial dan ekonomi.

BACA JUGA :  Ramadan Penuh Empati, Polres Pamekasan Tebar 800 Paket Sembako untuk Pejuang Jalanan

 

“Saya hanya menjalankan tugas mulia ini sesuai dengan tujuan utama Bapak Presiden, yaitu memastikan pemenuhan gizi dari generasi ke generasi,” ujar Ahmad Said dengan rendah hati.

 

Menurut Said, pemenuhan gizi tidak bisa dipisahkan dari kualitas pendidikan. “Ketika kebutuhan gizi generasi kita terpenuhi, proses belajar akan lebih optimal dan kualitas pendidikan pun meningkat,” ungkapnya.

 

Namun, yang membuat program ini istimewa adalah daya dorong ekonominya.

SPPG Miftahut Thullab bukan hanya menyajikan makanan bergizi, tetapi juga membuka peluang hidup bagi banyak orang di sekitarnya.

BACA JUGA :  HMI Pamekasan Demo Polres, Tuntut Keadilan untuk Driver Ojol

 

“Dalam proses pemenuhan gizi, otomatis kita juga membantu masyarakat sekitar, menciptakan lapangan kerja, dan mengurangi pengangguran,” tegasnya.

 

Di balik semangat besar ini, Said tak menutup mata pada tantangan lapangan. Salah satunya adalah penyesuaian dengan kultur lokal pesantren Madura.

 

“Di sini hari libur bukan Minggu, tapi Jumat. Ini menjadi tantangan tersendiri apakah harus mengikuti standar umum atau menyesuaikan dengan sosial budaya lokal,” katanya.

 

Kendala infrastruktur jalan juga masih menjadi pekerjaan rumah. Namun, keberadaan pesantren di jalur utama dianggap sesuai dengan arahan Badan Gizi Nasional (BGN), sehingga distribusi tetap bisa berjalan lancar.

BACA JUGA :  Wabup Pamekasan Sidak Dua Dapur SPPG, Soroti Menu Gizi hingga Pengolahan Limbah

 

Ahmad Said berharap kehadiran Dapur MBG tidak berhenti sebagai proyek semata, melainkan menjadi gerakan berkelanjutan yang memberi manfaat nyata.

 

“Kami ingin program ini berjalan sesuai arahan Presiden Prabowo—memenuhi kebutuhan gizi dan menghidupkan ekonomi masyarakat bawah. Tanpa dukungan yayasan dan masyarakat, kami tak akan bisa merealisasikannya secara optimal,” pungkasnya.

 

Dengan peluncuran Dapur MBG di Miftahut Thullab, pesantren ini bukan hanya mendidik santri dalam ilmu agama, tetapi juga menjadi pelopor kemandirian pangan dan ekonomi lokal di Madura. (Ical/Aj).

 

Berita Terkait

Eks Anggota DPRD Sumenep Dijemput Paksa, Kasus Penipuan Alat Berat Rp 1 Miliar Berujung Penahanan
Warga Komis Sampang Bangun Jalan Sendiri Lewat Gotong Royong & Live TikTok
Ribuan Warga Tumpah Ruah Sambut Kedatangan Haji Her Usai Pemeriksaan KPK
Diperiksa KPK, CEO Bawang Mas Group Haji Her Tegaskan Tak Kenal Tersangka Kasus DJBC
CEO Bawang Mas Group Haji Her Datangi Gedung Merah Putih KPK, Penuhi Pemeriksaan Kasus Suap Bea Cukai
Wabup Sukriyanto Dorong Layanan Cathlab RSUD Pamekasan Tercover BPJS Kesehatan
Bocah 5 Tahun di Pasean Pamekasan Tewas Diserang Monyet Lepas Saat Bermain
Bupati Pamekasan Sampaikan LKPJ 2025, Paparkan Capaian Ekonomi dan Kinerja Pemda

Berita Terkait

Sabtu, 18 April 2026 - 13:42 WIB

Eks Anggota DPRD Sumenep Dijemput Paksa, Kasus Penipuan Alat Berat Rp 1 Miliar Berujung Penahanan

Minggu, 12 April 2026 - 22:28 WIB

Warga Komis Sampang Bangun Jalan Sendiri Lewat Gotong Royong & Live TikTok

Minggu, 12 April 2026 - 12:11 WIB

Ribuan Warga Tumpah Ruah Sambut Kedatangan Haji Her Usai Pemeriksaan KPK

Kamis, 9 April 2026 - 18:47 WIB

Diperiksa KPK, CEO Bawang Mas Group Haji Her Tegaskan Tak Kenal Tersangka Kasus DJBC

Kamis, 9 April 2026 - 16:13 WIB

CEO Bawang Mas Group Haji Her Datangi Gedung Merah Putih KPK, Penuhi Pemeriksaan Kasus Suap Bea Cukai

Berita Terbaru