PAMEKASAN, NOTICENEWS.id – Pemerintah Kabupaten Pamekasan mempercepat pengisian jabatan kepala puskesmas definitif di sembilan wilayah yang selama ini masih dipimpin oleh Pelaksana Tugas (Plt). Langkah ini dilakukan untuk memperkuat pelayanan kesehatan masyarakat sekaligus memastikan seluruh program kesehatan berjalan lebih efektif hingga tingkat kecamatan.
Bupati Pamekasan KH. Kholilurrahman menegaskan, pengisian jabatan kepala puskesmas definitif menjadi salah satu prioritas pemerintah daerah pada tahun 2026. Dari total 21 puskesmas yang tersebar di Kabupaten Pamekasan, saat ini baru 12 puskesmas yang memiliki pimpinan definitif.
“Ada sembilan kepala puskesmas yang masih berstatus PLT. Kami targetkan seluruhnya terisi definitif tahun ini agar pelayanan kesehatan masyarakat semakin optimal,” ujar Kholilurrahman, Selasa (23/6/2026).
Menurutnya, keberadaan kepala puskesmas definitif sangat penting untuk menjaga kesinambungan program kesehatan, mempercepat pengambilan keputusan, serta memperkuat manajemen pelayanan di tingkat puskesmas.
Bupati menilai kepala puskesmas merupakan ujung tombak pelayanan kesehatan pemerintah karena berperan langsung dalam menggerakkan berbagai program yang bersentuhan dengan kebutuhan masyarakat.
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Pamekasan Saifudin mengungkapkan bahwa proses pengajuan pengisian jabatan kepala puskesmas definitif telah dilakukan dan kini menunggu penetapan dari bupati.
“Sekitar sembilan hingga sepuluh posisi kepala puskesmas masih dijabat PLT. Proses pengajuan sudah kami lakukan agar segera ditetapkan menjadi definitif,” jelasnya.
Beberapa puskesmas yang masih menunggu penetapan kepala definitif di antaranya berada di wilayah Bandaran, Teja, Kowel, Galis, dan Batumarmar.
Saifudin memastikan proses tersebut berjalan lancar karena masing-masing puskesmas telah memiliki kandidat yang memenuhi syarat. Namun, selain aspek administrasi dan kepangkatan, kemampuan membangun komunikasi dengan masyarakat menjadi faktor utama dalam penentuan kepala puskesmas.
“Yang paling penting adalah kemampuan bersosialisasi dengan masyarakat. Sebab puskesmas tidak hanya memberikan pelayanan di dalam gedung, tetapi juga menjalankan berbagai program kesehatan yang langsung menyentuh masyarakat,” katanya.
Menurutnya, kepala puskesmas harus memiliki kemampuan manajerial yang kuat sekaligus pendekatan sosial yang baik agar setiap program kesehatan dapat diterima dan berjalan efektif di tengah masyarakat.
Melalui percepatan pengisian jabatan ini, Pemkab Pamekasan berharap seluruh puskesmas memiliki kepemimpinan yang kuat dan definitif sehingga pelayanan kesehatan menjadi lebih responsif, berkualitas, dan menjangkau seluruh lapisan masyarakat. (znf/Aj).







