PAMEKASAN//NOTICE – Program kesejahteraan (Kesra) Pemkab Pamekasan terus berjalan, salah satunya melalui penyaluran insentif guru ngaji. Tahun 2025 ini, sebanyak 3.000 guru ngaji ditetapkan sebagai penerima, dengan masing-masing mendapat Rp500 ribu.
Namun, hingga akhir Agustus, pencairan belum sepenuhnya rampung. Sebagian insentif sudah ditransfer langsung ke rekening penerima, sementara sisanya masih dalam proses verifikasi administrasi.
Kabag Kesra Sekda Pamekasan, Abrori Asyari Rois menyebut penyaluran insentif ini merupakan bentuk nyata komitmen Pemkab Pamekasan dalam meningkatkan kesejahteraan tenaga keagamaan.
“Untuk tahun 2025 ini, kita salurkan kepada 3.000 guru ngaji di seluruh Kabupaten Pamekasan. Mekanismenya melalui transfer langsung ke rekening masing-masing penerima,” jelas Abrori.
Ia menegaskan, program ini menjadi bagian penting dari visi-misi Bupati Pamekasan di bidang keagamaan. Tidak hanya menyentuh aspek kesejahteraan, tetapi juga memperkuat peran guru ngaji sebagai pendidik generasi muda.
Dalam penentuan penerima, Kesra menerapkan dua mekanisme: Pertama, rotasi, guru ngaji yang sudah pernah menerima insentif digantikan oleh yang belum pernah mendapatkan. Kedua, kesesuaian regulasi, penerima disesuaikan dengan target dalam peraturan yang berlaku.
Abrori menambahkan, jika ke depan ada tambahan anggaran, maka jumlah penerima insentif akan ditambah. Untuk menjamin kelayakan penerima, Pemkab juga membentuk tim khusus di setiap kecamatan guna melakukan pendataan dan verifikasi.
“Pemkab Pamekasan akan terus berusaha memberikan pelayanan terbaik dan meng-cover semua yang berkaitan dengan keagamaan, terutama insentif bagi guru ngaji,” tegasnya.
Program ini diharapkan tidak hanya meringankan beban ekonomi guru ngaji, tetapi juga memperkuat peran mereka dalam membina generasi muda di bidang keagamaan. (Kur/Mad).






