PC PMII Pamekasan Siap Kerahkan 500 Massa, Serukan Evaluasi Total Kabinet Merah Putih Prabowo-Gibran

Avatar

- Reporter

Selasa, 23 Juni 2026 - 17:24 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PAMEKASAN, NOTICENEWS.id – Pengurus Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PC PMII) Kabupaten Pamekasan akan menggelar aksi penyampaian pendapat di muka umum pada Selasa, 24 Juni 2026. Dalam aksi tersebut, organisasi mahasiswa terbesar di Pamekasan itu mengaku siap mengerahkan sekitar 500 massa untuk menyuarakan tuntutan evaluasi total terhadap Kabinet Merah Putih pemerintahan Prabowo-Gibran.

Aksi yang akan dipusatkan di depan Gedung DPRD Kabupaten Pamekasan itu mengusung tema “Evaluasi Total Kabinet Merah Putih Prabowo-Gibran: Menggugat Kedaulatan Konstitusi dan Mengembalikan Khittah Kerakyatan.”

Ketua PC PMII Pamekasan, Fahril Anwar, mengatakan bahwa aksi tersebut merupakan bentuk tanggung jawab moral dan intelektual mahasiswa dalam mengawal jalannya pemerintahan agar tetap berpihak kepada kepentingan rakyat.

Menurutnya, pembangunan nasional tidak cukup hanya diukur melalui angka pertumbuhan ekonomi dan capaian statistik semata. Pemerintah juga harus mampu menghadirkan keadilan sosial yang dirasakan langsung oleh masyarakat.

“Mahasiswa memiliki tanggung jawab untuk mengingatkan pemerintah ketika terdapat kesenjangan antara janji politik dengan realitas yang dirasakan rakyat. Pertumbuhan ekonomi harus berjalan seiring dengan peningkatan kesejahteraan masyarakat, terciptanya lapangan kerja, stabilitas harga kebutuhan pokok, serta akses pendidikan dan kesehatan yang berkualitas,” ujar Fahril Anwar.

Fahril menjelaskan, sikap PMII tersebut didasarkan pada hasil kajian Tim Kajian PMII yang menyoroti berbagai persoalan sosial, ekonomi, dan tata kelola pemerintahan yang dinilai perlu mendapatkan perhatian serius.

Ia menegaskan bahwa PMII memandang amanat Pasal 33 UUD 1945 harus menjadi pijakan utama dalam setiap kebijakan pembangunan nasional.

BACA JUGA :  Rapat Paripurna LKPJ Bersama Bupati, DPRD Pamekasan Fokus Soroti Kemiskinan dan Pengangguran

“Pasal 33 UUD 1945 menegaskan bahwa perekonomian disusun sebagai usaha bersama berdasarkan asas kekeluargaan. Negara tidak boleh kehilangan orientasi kerakyatan dalam mengelola sumber daya alam maupun kebijakan ekonomi. Kedaulatan ekonomi bangsa harus ditempatkan di atas kepentingan kelompok tertentu,” tegasnya.

Dalam aksi tersebut, PMII akan membawa sejumlah tuntutan, di antaranya mendesak pemerintah menegakkan amanat Pasal 33 UUD 1945 secara konsisten, memperkuat transparansi dan akuntabilitas pemerintahan, mendorong kemandirian ekonomi nasional yang berpihak kepada rakyat, serta melakukan evaluasi total dan reshuffle kabinet berdasarkan kompetensi, integritas, dan capaian kinerja.

Selain itu, PMII juga mendesak pemerintah melakukan evaluasi menyeluruh terhadap Badan Gizi Nasional (BGN) beserta program turunannya agar penggunaan anggaran negara berjalan efektif, transparan, dan akuntabel.

BACA JUGA :  Festival Batik Madura 2025: Momentum Menghidupkan Kembali Identitas dan Ekonomi Kreatif Warga Pesisir Garam

Isu kesejahteraan guru juga menjadi perhatian dalam aksi tersebut. PMII meminta pemerintah meningkatkan kesejahteraan tenaga pendidik melalui perbaikan sistem pengupahan, percepatan pencairan tunjangan, peningkatan kesejahteraan guru honorer, serta pemberian perlindungan sosial yang layak.

“Aksi ini bukan sekadar kritik, melainkan bentuk partisipasi mahasiswa dalam kehidupan demokrasi. Kami ingin memastikan bahwa setiap kebijakan negara tetap berpihak kepada rakyat, sesuai amanat konstitusi dan cita-cita keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia,” pungkas Fahril.

Berdasarkan agenda yang telah disusun panitia, massa aksi akan berkumpul di kawasan Monumen Arek Lancor Pamekasan sebelum bergerak menuju Gedung DPRD Kabupaten Pamekasan.

Berita Terkait

Pengajian Akbar Harjad ke-496 Pamekasan, Bupati Kholil: Perkuat Karakter dan Spiritualitas Masyarakat
Serapan APBD Diskop, UKM dan Naker Pamekasan Baru 42,77 Persen, Empat Proyek Fisik tak Terealisasi
Fantastis, Anggaran Beli Pulsa Tembus Rp982,5 Juta, Kepala DP3APPKB Pamekasan Mengaku Belum Baca Data
Bantuan Budidaya Ikan Air Tawar KKP Rp1 Miliar Menyasar 32 Desa di Pamekasan
Serapan APBD Dinas Perikanan Pamekasan 64 Persen, 60 Persen Terkuras untuk Belanja Pegawai dan TPP
Rapat Paripurna Harjad ke-496 Pamekasan, Ketua DPRD: Kekompakan Kunci Pembangunan
Malam Kemilau Madura Meriahkan Harjad ke-496 Pamekasan, Menteri hingga Bupati se-Madura Hadir
UHC Prioritas Kembali Aktif, Sekda Pamekasan: Berlaku untuk Semua Layanan Kesehatan

Berita Terkait

Senin, 9 November 2026 - 01:05 WIB

Pengajian Akbar Harjad ke-496 Pamekasan, Bupati Kholil: Perkuat Karakter dan Spiritualitas Masyarakat

Minggu, 8 November 2026 - 18:57 WIB

Serapan APBD Diskop, UKM dan Naker Pamekasan Baru 42,77 Persen, Empat Proyek Fisik tak Terealisasi

Minggu, 8 November 2026 - 17:53 WIB

Fantastis, Anggaran Beli Pulsa Tembus Rp982,5 Juta, Kepala DP3APPKB Pamekasan Mengaku Belum Baca Data

Kamis, 5 November 2026 - 19:54 WIB

Bantuan Budidaya Ikan Air Tawar KKP Rp1 Miliar Menyasar 32 Desa di Pamekasan

Rabu, 4 November 2026 - 20:54 WIB

Serapan APBD Dinas Perikanan Pamekasan 64 Persen, 60 Persen Terkuras untuk Belanja Pegawai dan TPP

Berita Terbaru