Hari Batik Nasional, Pengrajin Pamekasan Dorong Penguatan Budaya dan Pasar

Avatar

- Reporter

Jumat, 2 Oktober 2026 - 18:29 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Fathorrahman, pengrajin batik asal Desa Klampar.

Fathorrahman, pengrajin batik asal Desa Klampar.

PAMEKASAN, NOTICE – Momentum Hari Batik Nasional 2026 menjadi refleksi bagi keberlangsungan industri batik di Kabupaten Pamekasan. Di tengah upaya pemerintah melakukan pendataan dan pembinaan, para pengrajin masih menghadapi tantangan berupa menurunnya minat masyarakat terhadap batik.

Salah satunya dirasakan Fathorrahman, pengrajin batik asal Desa Klampar, Kecamatan Proppo. Ia mengaku telah menekuni dunia batik sejak 2010 dengan meneruskan warisan dari neneknya.

Menurut Fathorrahman, penjualan batik saat ini cenderung menurun akibat minimnya minat masyarakat. Bahkan, sejumlah pengrajin di lingkungannya mulai meninggalkan aktivitas membatik dan beralih ke usaha lain.

BACA JUGA :  GMNI Pamekasan Siap Kawal Penyidikan Dugaan Korupsi, Desak Kejari Usut Tuntas Tanpa Tebang Pilih

“Budaya batik secara umum perlu diperhatikan lebih lanjut agar tidak sampai punah. Saya berharap pemerintah kembali mengangkat nilai budaya batik di Pamekasan,” ujarnya, Jum’at (2/10/2026).

Ia berharap batik kembali menjadi ikon utama Pamekasan sekaligus mampu menanamkan kecintaan terhadap budaya batik kepada generasi muda.

“Dulu Pamekasan pernah dikenal dengan Sebutan Batik Lokal, hari ini sebutan itu sangat kami harapkan sebagai pengrajin agar generasi muda memiliki minat dan daya tarik untuk melestarikannya,” harapnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Perindustrian Disperindag Pamekasan, Nahrul, menyebut hingga September 2026 terdapat 364 pembatik yang telah memiliki Nomor Induk Berusaha (NIB).

BACA JUGA :  Ribuan Warga Padati Konser Penyambutan Valen DA7 di Pamekasan, Donasi Tembus Rp1,1 Miliar

Disperindag, kata dia, juga terus melakukan pendampingan terhadap pengrajin yang belum memiliki NIB. Selain itu, tahun ini pihaknya tengah menyusun katalog batik yang memuat produk dari para pengrajin yang telah mengantongi NIB.

“Semua pengrajin yang sudah memiliki NIB mengirimkan datanya untuk masuk dalam katalog batik kita,” jelasnya.

Di sisi lain, Kepala Bidang Perdagangan Disperindag Pamekasan, Iska Fitrati, mengatakan pemerintah terus membuka ruang promosi bagi produk batik dan IKM lokal melalui berbagai kegiatan pameran.

Pihaknya juga akan melibatkan pengrajin dalam pameran berskala nasional serta memfasilitasi IKM lokal untuk tampil dalam ajang tahunan di Bojonegoro.

BACA JUGA :  Dewan Pers Desak Istana Pulihkan ID Wartawan CNN, Tegaskan Kebebasan Pers Tak Boleh Dihambat

“Untuk rencana ekspor dan penjualan ke luar daerah masih kami pelajari lebih lanjut,” katanya.

Iska menambahkan, meski tidak ada kegiatan khusus dalam momentum Hari Batik tahun ini, promosi batik akan kembali dilakukan dalam rangkaian HUT Pamekasan mendatang melalui lomba drapping batik bagi pelajar SMA/MA dan kegiatan Semarak Batik.

“Dalam kegiatan tersebut, Bupati dan Wakil Bupati bersama Forkopimda serta kepala OPD akan mengikuti fashion show dengan mengenakan batik dari pengrajin yang telah memiliki NIB,” pungkasnya. (znf/Aj).

Berita Terkait

Momentum Hari Batik Nasional, DPRD Pamekasan Soroti Gedung Sentra Batik Klampar Belum Optimal
Sentra Batik Klampar Belum Jadi Ruang Produksi, Pengrajin Minta Pemerintah Turun Tangan
Aktivis Desak UHC Segera Diterapkan, Pemkab Pamekasan Terbitkan SE Layanan Gratis
Diluar Prediksi, Serapan Tembakau di Pamekasan Tembus 42 Ribu Ton
Bupati Pamekasan Targetkan Program UHC Prioritas Tuntas November 2026
P-APBD Pamekasan 2026 Disetujui, DPRD Bakal Kirim Besok ke Gubernur Jatim
Ketua Serikat Rakyat Pamekasan Bung Makruf Desak DPR RI Segera Sahkan RUU Perampasan Aset
Anggaran Rp770 Juta DBHCHT Disperindag Pamekasan Belum Terealisasi

Berita Terkait

Jumat, 2 Oktober 2026 - 19:01 WIB

Momentum Hari Batik Nasional, DPRD Pamekasan Soroti Gedung Sentra Batik Klampar Belum Optimal

Jumat, 2 Oktober 2026 - 18:37 WIB

Sentra Batik Klampar Belum Jadi Ruang Produksi, Pengrajin Minta Pemerintah Turun Tangan

Jumat, 2 Oktober 2026 - 18:29 WIB

Hari Batik Nasional, Pengrajin Pamekasan Dorong Penguatan Budaya dan Pasar

Kamis, 1 Oktober 2026 - 16:51 WIB

Aktivis Desak UHC Segera Diterapkan, Pemkab Pamekasan Terbitkan SE Layanan Gratis

Rabu, 30 September 2026 - 21:29 WIB

Bupati Pamekasan Targetkan Program UHC Prioritas Tuntas November 2026

Berita Terbaru