PAMEKASAN, NOTICE – Momentum Hari Batik Nasional 2026 menjadi refleksi bagi keberlangsungan industri batik di Kabupaten Pamekasan. Di tengah upaya pemerintah melakukan pendataan dan pembinaan, para pengrajin masih menghadapi tantangan berupa menurunnya minat masyarakat terhadap batik.
Salah satunya dirasakan Fathorrahman, pengrajin batik asal Desa Klampar, Kecamatan Proppo. Ia mengaku telah menekuni dunia batik sejak 2010 dengan meneruskan warisan dari neneknya.
Menurut Fathorrahman, penjualan batik saat ini cenderung menurun akibat minimnya minat masyarakat. Bahkan, sejumlah pengrajin di lingkungannya mulai meninggalkan aktivitas membatik dan beralih ke usaha lain.
“Budaya batik secara umum perlu diperhatikan lebih lanjut agar tidak sampai punah. Saya berharap pemerintah kembali mengangkat nilai budaya batik di Pamekasan,” ujarnya, Jum’at (2/10/2026).
Ia berharap batik kembali menjadi ikon utama Pamekasan sekaligus mampu menanamkan kecintaan terhadap budaya batik kepada generasi muda.
“Dulu Pamekasan pernah dikenal dengan Sebutan Batik Lokal, hari ini sebutan itu sangat kami harapkan sebagai pengrajin agar generasi muda memiliki minat dan daya tarik untuk melestarikannya,” harapnya.
Sementara itu, Kepala Bidang Perindustrian Disperindag Pamekasan, Nahrul, menyebut hingga September 2026 terdapat 364 pembatik yang telah memiliki Nomor Induk Berusaha (NIB).
Disperindag, kata dia, juga terus melakukan pendampingan terhadap pengrajin yang belum memiliki NIB. Selain itu, tahun ini pihaknya tengah menyusun katalog batik yang memuat produk dari para pengrajin yang telah mengantongi NIB.
“Semua pengrajin yang sudah memiliki NIB mengirimkan datanya untuk masuk dalam katalog batik kita,” jelasnya.
Di sisi lain, Kepala Bidang Perdagangan Disperindag Pamekasan, Iska Fitrati, mengatakan pemerintah terus membuka ruang promosi bagi produk batik dan IKM lokal melalui berbagai kegiatan pameran.
Pihaknya juga akan melibatkan pengrajin dalam pameran berskala nasional serta memfasilitasi IKM lokal untuk tampil dalam ajang tahunan di Bojonegoro.
“Untuk rencana ekspor dan penjualan ke luar daerah masih kami pelajari lebih lanjut,” katanya.
Iska menambahkan, meski tidak ada kegiatan khusus dalam momentum Hari Batik tahun ini, promosi batik akan kembali dilakukan dalam rangkaian HUT Pamekasan mendatang melalui lomba drapping batik bagi pelajar SMA/MA dan kegiatan Semarak Batik.
“Dalam kegiatan tersebut, Bupati dan Wakil Bupati bersama Forkopimda serta kepala OPD akan mengikuti fashion show dengan mengenakan batik dari pengrajin yang telah memiliki NIB,” pungkasnya. (znf/Aj).






