PAMEKASAN, NOTICE – Musim kemarau mulai memberikan tekanan serius terhadap ketersediaan air bersih di Kabupaten Pamekasan. Sejumlah sumber air yang menjadi tumpuan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Pamekasan mengalami penurunan debit, sehingga pasokan air kepada masyarakat ikut terdampak.
Direktur Utama PDAM Pamekasan, Samsul, mengakui kondisi pasokan air saat ini mengalami kekurangan. Bahkan, penurunan debit terjadi di sejumlah sumber mata air yang selama ini menjadi bagian dari sistem penyediaan air bersih, termasuk sumber Blumbungan dan Trasak.
“Di tengah situasi musim kemarau dan kekeringan di Kabupaten Pamekasan secara umum, pasokan air terkini mengalami kekurangan. Bahkan di beberapa sumber mata air seperti Blumbungan dan Trasak mengalami penurunan debit,” kata Samsul, Selasa (6/10/2026), saat ditemui di ruang kerjanya.
Menurutnya, tekanan terhadap pasokan tersebut terjadi di sejumlah titik sumber air yang tersebar di berbagai wilayah Pamekasan. Dari total 16 titik yang berada di Kecamatan Proppo, Pasean, Larangan, Tlanakan, Galis dan Kecamatan Pamekasan, PDAM mengalami kekurangan pasokan yang bahkan mencapai lebih dari 50 persen di dua titik. Meliputi sumber Blumbungan dan Nyamplong.
Kondisi tersebut menjadi persoalan tersendiri karena kebutuhan masyarakat terhadap air bersih tetap berjalan seperti biasanya. Samsul menyebut jumlah masyarakat yang memasok atau menggunakan layanan air PDAM masih relatif normal dibandingkan kondisi sebelumnya.
“Jumlah masyarakat yang memasok air ke PDAM bisa dikatakan relatif normal seperti biasanya,” ujarnya.
Dengan kondisi tersebut, persoalan yang dihadapi PDAM bukan semata-mata peningkatan jumlah pengguna, melainkan menurunnya kemampuan sumber air dalam memenuhi kebutuhan pasokan.
Di tengah berkurangnya debit sejumlah sumber air, PDAM saat ini mengimbau masyarakat untuk lebih bijak dalam menggunakan air. Pengaturan pemakaian dinilai penting agar pasokan yang tersedia dapat dibagi secara merata kepada masyarakat.
“Solusi dan langkah yang dilakukan PDAM sejauh ini hanya mengimbau kepada masyarakat agar bisa menjaga keseimbangan pemakaian dan penyaluran, supaya semuanya dapat terbagi rata,” jelas Samsul.
Selain mengandalkan pengaturan pemakaian, dukungan pemerintah desa juga disebut turut membantu memenuhi kebutuhan air masyarakat di sejumlah wilayah yang terdampak.
“Bantuan dari pemerintah desa melalui kepala desa cukup membantu dalam mencukupi kebutuhan air masyarakat di beberapa daerah,” pungkasnya. (znf/Aj).






