PAMEKASAN, NOTICE – Progres Serapan realisasi Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) Kabupaten Pamekasan tahun 2026 baru mencapai 53,39 persen. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pamekasan menargetkan seluruh program tersebut dapat rampung pada Desember mendatang.
Kepala Bagian Administrasi Perekonomian Pamekasan, Sri Puji Harijani mengatakan, salah satu kendala realisasi DBHCHT berada pada program yang bersifat fisik, seperti pengadaan fasilitas yang membutuhkan waktu dan perencaan yang cukup dalam proses pelaksanaannya.
“Sejauh ini progres capaian serapan realisasi DBHCHT 2026 mencapai 53,39 persen. Pada dasarnya kendala realisasi tersebut terjadi pada program yang berbentuk fisik seperti pengadaan fasilitas dan sebagainya yang membutuhkan waktu yang cukup,” ujarnya, Rabu (30/09/2026).
Untuk mempercepat realisasi, Bagian Administrasi Perekonomian akan melakukan rapat evaluasi bersama Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang belum melakukan pencairan. Selain itu, koordinasi juga dilakukan dengan Bagian Pengadaan Barang dan Jasa (PBJ) untuk menindaklanjuti proses pengadaan.
“Kami akan melakukan rapat evaluasi dengan OPD yang belum melakukan pencairan, serta berkoordinasi dengan Bagian PBJ untuk tindak lanjut proses pengadaan barang dan jasa. Kami juga melakukan konsultasi dengan Biro Perekonomian Provinsi Jawa Timur terkait dengan kendala yang ada,” jelasnya.
Pemkab Pamekasan berharap seluruh kegiatan dan program DBHCHT dapat diselesaikan sebelum akhir tahun, tepatnya pada Desember 2026.
Sementara itu, untuk DBHCHT tahun 2027, Bagian Administrasi Perekonomian akan melakukan pendampingan bersama Biro Perekonomian Provinsi Jawa Timur. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan proses perencanaan dapat disusun lebih matang dan pelaksanaan program dimulai lebih awal.
“Kami berharap semua kegiatan dan program DBHCHT di Pamekasan bisa rampung dalam akhir tahun ini, tepatnya di bulan Desember. Untuk target DBHCHT 2027, kami akan melakukan pendampingan dengan Biro Perekonomian Provinsi Jawa Timur guna memastikan perencanaan yang lebih matang dan pelaksanaan lebih awal,” pungkasnya. (Znf/Aj).






