PAMEKASAN, NOTICE – Pendapatan Asli Daerah (PAD) Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Pamekasan menunjukkan pergerakan signifikan dalam dua bulan terakhir. Dari posisi yang sempat tertinggal, capaian PAD kini melonjak hingga 76 persen dan mulai mendekati target Rp5,3 miliar pada tahun 2026.
Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Pamekasan, Yusuf, mengatakan ketika dirinya mulai bertugas di lingkungan Dishub pada awal Agustus 2026, capaian PAD baru berada di angka sekitar 55 persen.
Kondisi tersebut menunjukkan adanya keterlambatan capaian sekitar 10 hingga 15 persen dibandingkan target yang seharusnya dicapai pada periode tersebut. Namun, situasi tersebut mulai berubah dalam dua bulan terakhir. Hingga 5 Oktober 2026, capaian PAD Dishub Pamekasan telah menyentuh angka 76 persen atau mengalami peningkatan sekitar 21 persen.
“Ketika saya masuk Dishub terhitung dari awal Agustus, kondisi PAD kita hanya mencapai 55 persen. Artinya ada defisit atau keterlambatan sekitar 10 sampai 15 persen,” kata Yusuf, Selasa (6/10/2026), saat ditemui di ruang kerjanya.
Menurutnya, percepatan capaian tersebut menjadi salah satu hasil dari upaya Dishub dalam membaca potensi pendapatan yang tersedia di lapangan.
Dengan target PAD tahun 2026 sebesar Rp5,3 miliar, realisasi yang telah dikumpulkan hingga saat ini mencapai kurang lebih Rp3 miliar.
Yusuf optimistis target tersebut masih dapat dikejar hingga akhir tahun apabila tren peningkatan PAD dapat dipertahankan.
“Dua bulan terakhir sampai 5 Oktober PAD kita mencapai 76 persen, yang menunjukkan ada kenaikan sekitar 21 persen,” ujarnya.
Ia bahkan membuka peluang capaian PAD Dishub tidak hanya berhenti pada target yang telah ditetapkan. Jika tren tersebut mampu dipertahankan sampai akhir tahun, realisasi PAD berpotensi mencapai bahkan melampaui target Rp5,3 miliar.
“Dengan tren seperti itu, jika bertahan sampai akhir tahun, kita optimistis akan mencapai target PAD atau bahkan bisa melebihi target, yaitu sebesar Rp5,3 miliar,” jelasnya.
Yusuf menegaskan, percepatan PAD tersebut tidak dilakukan dengan sekadar mengejar angka, tetapi melalui pendekatan dengan melihat potensi dan peluang yang ada di lapangan.
“Kami memakai pendekatan yang jeli dalam membaca potensi dan peluang yang terjadi di lapangan untuk mengangkat PAD kita,” pungkasnya. (znf/Aj).






