PAMEKASAN, NOTICE – Penolakan terhadap keberadaan Indomaret di Desa Panaan, Kecamatan Palengaan, Pamekasan, berujung pada aksi pembongkaran gedung. Pembongkaran gedung Indomaret tersebut dilakukan dengan menggunakan alat berat, Rabu (7/10/2026).
Persoalan itu sebelumnya telah dibawa ke meja Pemerintah Kabupaten Pamekasan. Sehari sebelum aksi berlangsung, Selasa (6/10/2026), sejumlah tokoh dan kiai melakukan audiensi dengan Bupati dan Wakil Bupati Pamekasan di Pendopo.
Dalam audiensi tersebut, para tokoh menyampaikan penolakan atas pembangunan Indomaret di Desa Panaan, Palengaan. Mereka meminta Pemkab Pamekasan segera mengambil tindakan tegas dengan melakukan penutupan terhadap toko modern tersebut.
Perwakilan tokoh, Muhdor Abdullah, mengatakan pihaknya telah menyampaikan surat kepada Bupati Pamekasan terkait persoalan tersebut. Setelah menyampaikan aspirasi, pihaknya ingin mengetahui kondisi yang terjadi secara langsung di lapangan.
“Saya menyampaikan surat kepada Bupati, setelah itu saya hanya ingin tahu seperti apa di lapangan,” ujar Muhdor usai audiensi, Selasa (6/10/2026).
Ketika ditanya mengenai langkah selanjutnya setelah audiensi, Muhdor tidak menjelaskan secara rinci. Ia mengatakan perkembangan selanjutnya akan dilihat berdasarkan situasi yang terjadi.
“Apa yang terjadi besok dan seterusnya kita lihat saja,” katanya.
Namun, sehari setelah audiensi tersebut, penolakan kembali bergulir di lapangan.
Rabu (7/10/2026) ratusan orang yang didominasi memakai peci dan bersarung tersebut menggelar aksi demonstrasi di Desa Panaan. Massa menyuarakan kembali penolakan terhadap keberadaan Indomaret yang sebelumnya telah mereka persoalkan dalam audiensi dengan pemerintah daerah.
Aksi tersebut kemudian berujung pembongkaran gedung Indomaret dengan Sebuah alat berat jenis backhoe loader.
Pantauan di lokasi, puluhan personil Polres Pamekasan tampak memantau aksi yang terjadi serta mengkondisikan arus lalu lintas di depan gedung indomaret tersebut. Setelah melakukan pembongkaran dan perusakan, massa aksi pun langsung meninggalkan lokasi tanpa memberikan keterangan.
Camat Palengaan, Hasyim Abdurrahim turut berada di lokasi. Kehadirannya disebut untuk memastikan situasi tetap aman dan kondusif.
“Saya hanya hadir untuk menjaga dan memastikan kondusivitas,” singkatnya. (znf/Aj).






