Ibu dan Anak di Pamekasan Didatangi Orang Tak Dikenal, Diancam Celurit dan Barang Usaha Dijarah

Avatar

- Reporter

Selasa, 6 Oktober 2026 - 15:33 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gambar tangkapan layar dari video yang beredar, diduga sejumlah orang yang mendatangi rumah pelapor.

Gambar tangkapan layar dari video yang beredar, diduga sejumlah orang yang mendatangi rumah pelapor.

PAMEKASAN, NOTICE — Seorang ibu bernama Siti Wardatus Sholehah mengaku mengalami ancaman pembunuhan saat berada di rumah bersama dua anaknya di Dusun Salatreh, Desa Plakpak, Kecamatan Pegantenan, Kabupaten Pamekasan, Jawa Timur. Peristiwa tersebut terjadi pada Senin (5/10/2026) sekitar pukul 13.00 WIB.

Menurut Siti, insiden bermula ketika seorang pria bernama Hasbullah atau akrab di panggil Bulla datang ke rumahnya untuk mencari keberadaan suaminya. Saat itu, suami Siti tidak berada di rumah. Hanya Siti bersama kedua anaknya yang masing-masing berusia 8 tahun dan 3 tahun.

Siti menuturkan, kedatangan Hasbullah kemudian berubah menjadi situasi yang membuat dirinya dan kedua anaknya ketakutan. Ia mengaku mendapat ancaman menggunakan celurit untuk memberitahukan keberadaan suaminya.

“Dia datang mencari suami saya. Karena suami saya tidak ada, saya yang ditanya keberadaannya. Saya diancam menggunakan celurit,” ungkap Siti.

Menurut Siti, ancaman tersebut kemudian berlanjut dengan ancaman pembunuhan dan pembakaran rumah. “Saya diancam mau dibunuh dan rumah mau dibakar. Saya sangat takut, apalagi saat itu saya bersama anak-anak,” ujarnya.

BACA JUGA :  Ketua Umum PB NU Ungkap Strategi Geopolitik Mbah Wahab: Batal ke Saudi, Pilih Bangun Fondasi NU

Situasi semakin mencekam setelah Hasbullah diduga menghubungi sejumlah orang untuk datang ke lokasi. Setelah beberapa orang tiba, Siti mengaku terjadi penyerangan dan pengeroyokan.

Selain dugaan pengancaman dan pengeroyokan, Siti juga mengaku sejumlah kendaraan dan barang barang miliknya diambil. Barang-barang yang berada di gudang usaha miliknya turut dibawa, sementara fasilitas usaha korban mengalami kerusakan.

Akibat kejadian tersebut, Siti mengaku masih mengalami trauma dan ketakutan. Ia khawatir terhadap keselamatan dirinya dan kedua anaknya setelah mendapat ancaman pembunuhan serta ancaman pembakaran rumah.

“Sekarang saya masih takut. Saya trauma karena diancam mau dibunuh dan rumah saya mau dibakar,” kata Siti.

Dampak kejadian juga dirasakan kedua anaknya. Menurut Siti, kedua anaknya mengalami ketakutan hingga tidak mau bersekolah.

“Anak-anak sampai sekarang masih takut dan tidak mau sekolah. Mereka trauma karena melihat ibunya diancam menggunakan celurit. Mereka juga mendengar rumah kami diancam mau dibakar,” tuturnya.

Korban Desak Polres Pamekasan Segera Bertindak Siti kemudian melaporkan kejadian tersebut ke Polres Pamekasan pada Senin malam sekitar pukul 21.00 WIB. Laporan tersebut berkaitan dengan dugaan pengancaman, perusakan, pengeroyokan, serta pengambilan kendaraan dan barang-barang miliknya. Namun, hingga Selasa (6/10/2026), Siti mengaku belum mendapatkan tindakan yang membuat dirinya merasa aman.

BACA JUGA :  Guru MAN 2 Pamekasan, Chandra Kirana, Raih Satyalancana Karya Satya dari Presiden Prabowo

“Saya sudah melapor ke Polres Pamekasan sekitar jam sembilan malam. Tapi sampai sekarang saya masih takut dan belum merasa aman,” ungkapnya.

Siti meminta Polres Pamekasan segera menindaklanjuti laporan tersebut dan menangkap pihak yang dilaporkannya sebagai terduga pelaku, apabila berdasarkan hasil penyelidikan dan alat bukti yang ada memenuhi ketentuan hukum untuk dilakukan penangkapan.

Menurutnya, langkah cepat kepolisian sangat penting karena dirinya dan kedua anaknya masih mengalami trauma dan ketakutan.

“Saya berharap polisi segera menangkap pelakunya supaya saya dan anak-anak merasa aman. Saya takut kalau mereka datang lagi,” kata Siti.

Ia juga meminta polisi mengusut seluruh rangkaian kejadian, mulai dari dugaan ancaman menggunakan celurit, ancaman pembunuhan dan pembakaran rumah, pengeroyokan, perusakan fasilitas usaha, hingga pengambilan kendaraan dan barang-barang miliknya.

BACA JUGA :  PBNU Pastikan Ribuan Muktamirin Menginap Nyaman

“Saya hanya ingin mendapatkan keadilan dan perlindungan. Saya takut keselamatan saya dan anak,” pungknya.

Terpisah, Humas Polres Pamekasan Ipda Yoni Evan Pratama membenarkan bahwa pihaknya telah menerima laporan polisi terkait dugaan tindak pidana pengrusakan dan pengancaman yang terjadi di Desa Plakpak, Kecamatan Pegantenan.

Menurutnya, saat ini Tim Satreskrim Polres Pamekasan tengah melakukan penyelidikan secara intensif untuk mendalami perkara tersebut dan menindaklanjutinya sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku.

“Benar mas, Polres Pamekasan telah menerima laporan polisi terkait dugaan tindak pidana pengrusakan dan pengancaman di Desa Plakpak, Kecamatan Pegantenan. Saat ini Tim Satreskrim Polres Pamekasan sedang melakukan proses penyelidikan intensif untuk menindaklanjuti perkara tersebut secara tuntas sesuai dengan hukum yang berlaku,” ujar Yoni.

Namun, terkait dugaan pengancaman yang disebut dalam video yang beredar di media sosial, Yoni menegaskan pihaknya belum dapat memastikan kebenaran maupun keaslian informasi dalam video tersebut.

“Kalau terkait pengancaman itu, untuk video yang beredar saya belum bisa meng-cross-check kebenarannya,” pungkasnya. (znf/Aj).

Berita Terkait

Audiensi ke Bupati, Forkom Nakes Sebut Kadinkes Pamekasan Diduga Diintimidasi Demostran
Sempat Tertinggal, PAD Dishub Pamekasan Meroket 21 Persen dalam Dua Bulan
Kemarau Menggerus Debit Air, Pasokan PDAM Pamekasan Anjlok Lebih dari 50 Persen di Dua Titik
Percepat Pembangunan Infrastruktur, DPRKP Bersama Camat Kota Pamekasan Perkuat Sinergitas
Video Dugaan Penganiayaan Santri di Batumarmar Viral, Korban Dirawat di RSUD Pamekasan
HUT ke-81 TNI, Kodim Pamekasan Tegaskan Kekuatan Prajurit Bertumpu pada Kemanunggalan dengan Rakyat
Momentum Hari Batik Nasional, DPRD Pamekasan Soroti Gedung Sentra Batik Klampar Belum Optimal
Sentra Batik Klampar Belum Jadi Ruang Produksi, Pengrajin Minta Pemerintah Turun Tangan

Berita Terkait

Selasa, 6 Oktober 2026 - 20:55 WIB

Audiensi ke Bupati, Forkom Nakes Sebut Kadinkes Pamekasan Diduga Diintimidasi Demostran

Selasa, 6 Oktober 2026 - 15:33 WIB

Ibu dan Anak di Pamekasan Didatangi Orang Tak Dikenal, Diancam Celurit dan Barang Usaha Dijarah

Selasa, 6 Oktober 2026 - 14:18 WIB

Sempat Tertinggal, PAD Dishub Pamekasan Meroket 21 Persen dalam Dua Bulan

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:30 WIB

Kemarau Menggerus Debit Air, Pasokan PDAM Pamekasan Anjlok Lebih dari 50 Persen di Dua Titik

Selasa, 6 Oktober 2026 - 12:02 WIB

Percepat Pembangunan Infrastruktur, DPRKP Bersama Camat Kota Pamekasan Perkuat Sinergitas

Berita Terbaru