PAMEKASAN, NOTICE – Pengrusakan bangunan Gerai Indomaret di Desa Panaan, Kecamatan Palengaan, Pamekasan, masih menyisakan tanda tanya. Pasalnya, aksi yang dilakukan Demostran yang sebagian besar memakai peci hitam, peci putih dan bersarung pada Rabu (7/10/2026) tersebut berlangsung di tengah pengamanan ketat dengan 260 personel Polres Pamekasan yang telah diterjunkan ke lokasi.
Kasi Humas Polres Pamekasan, Ipda Yoni Evan Pratama menyebut aksi demonstrasi tersebut sebelumnya telah disampaikan melalui surat pemberitahuan. Aparat pun mengeklaim telah melakukan langkah pencegahan, seperti memberikan imbauan secara persuasif agar massa tidak melakukan tindakan anarkis.
Namun, lanjut Evan, situasi di lapangan berkembang cepat. Massa dalam jumlah besar akhirnya tidak dapat sepenuhnya dikendalikan hingga terjadi pengrusakan bangunan menggunakan alat berat backhoe.
260 personel sudah berada di lokasi, tetapi alat berat itu tetap bergerak dan bangunan menjadi sasaran. Evan menyebut kondisi tersebut menjadi bagian dari dinamika pengamanan karena jumlah massa cukup besar dan situasi berkembang dalam waktu singkat.
“Petugas kami di lapangan dari awal sudah merespons dengan melakukan tindakan penyelidikan awal, pengamanan lokasi, serta pengumpulan bahan dan keterangan,” ujar Evan saat dikonfirmasi melalui WhatsApp nya, Kamis (8/7/2026).
Menurutnya, langkah persuasif dilakukan untuk mencegah terjadinya bentrokan antara massa dan aparat. Ketika situasi semakin eskalatif, petugas lebih memprioritaskan penyekatan guna mencegah benturan fisik dan jatuhnya korban jiwa.
“Pengerahan 260 personel merupakan bagian dari upaya pencegahan, pengamanan sekaligus pengisolasian area,” paparnya.
Evan menilai kehadiran personel dan pendekatan persuasif di lokasi mampu menahan eskalasi agar bangunan tidak sampai dirubuhkan secara keseluruhan. Meski demikian, pengrusakan tetap terjadi.
Pasca-peristiwa tersebut, lanjut Evan, pihaknya langsung mengamankan lokasi kejadian dan memasang police line. Sejumlah barang bukti serta petunjuk di lokasi turut dikumpulkan untuk kepentingan penyelidikan.
Evan mengatakan, saat ini penyidik masih fokus melakukan pengumpulan bahan dan keterangan (Pulbaket) terkait insiden tersebut.
“Apabila hasil pendalaman penyidik nantinya membutuhkan keterangan dari koordinator lapangan (korlap) aksi, pemanggilan akan dilakukan secara resmi sesuai dengan prosedur hukum yang berlaku,” pungkasnya. (Mad/Aj).






