PAMEKASAN, NOTICE – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pamekasan menargetkan cakupan Universal Health Coverage (UHC) dapat tercapai pada November 2026. Target tersebut menjadi pekerjaan penting pemerintah daerah di tengah sorotan terhadap akses dan kualitas pelayanan kesehatan bagi masyarakat.
Bupati Pamekasan KH Kholilurrahman mengatakan pencapaian UHC Prioritas membutuhkan keterlibatan seluruh pihak, mulai dari pemerintah, legislatif, pengusaha hingga masyarakat.
“UHC itu adalah program kebersamaan dari semuanya, bukan hanya eksekutif dan legislatif, tetapi juga pengusaha dan kesadaran masyarakat,” kata KH Kholilurrahman usai menghadiri rapat paripurna DPRD Pamekasan, Rabu (30/9/ 2026).
Ia menjelaskan, sesuai ketentuan, cakupan kepesertaan harus mencapai 98 persen penduduk dengan tingkat keaktifan peserta sedikitnya 80 persen. Pemerintah, kata dia, terus melakukan berbagai upaya untuk memenuhi target tersebut.
Namun, perluasan kepesertaan BPJS bukan satu-satunya pekerjaan. Pemerintah daerah juga dituntut memastikan masyarakat yang telah terdaftar memperoleh pelayanan kesehatan yang layak ketika membutuhkan pertolongan.
KH Kholilurrahman meminta seluruh fasilitas kesehatan, mulai dari RSUD dr. H. Slamet Martodirdjo (Smart), RSUD Waru hingga puskesmas, untuk memperbaiki dan memaksimalkan pelayanan kepada masyarakat.
Instruksi tersebut menjadi perhatian setelah sebelumnya muncul persoalan terkait akses layanan kesehatan bagi masyarakat yang mengalami kondisi kritis.
“Kalau ada orang sakit kritis, nyawanya sudah senin-kamis tidak perlu ditanya ini BPJS atau umum,” pungkasnya. (Mad/Aj).






