Aksi Protes Dugaan Pengancaman di Desa Plakpak ke Polres Pamekasan Mendadak Batal

Avatar

- Reporter

Senin, 12 Oktober 2026 - 16:11 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kasi Humas Polres Pamekasan, Ipda Evan Yoni Pratama, saat diwawancarai di Polres Pamekasan.

Kasi Humas Polres Pamekasan, Ipda Evan Yoni Pratama, saat diwawancarai di Polres Pamekasan.

PAMEKASAN, NOTICE – Rencana aksi demonstrasi Barisan Pemuda Revolusi (Baper) di Polres Pamekasan, Senin (12/10/2026), rupanya batal digelar. Aksi tersebut direncanakan untuk mendesak Polres Pamekasan agar segera menindaklanjuti dugaan pengancaman menggunakan senjata tajam terhadap seorang ibu di Desa Plakpak, Kecamatan Pegantenan, yang videonya sempat viral di media sosial.

 

Seruan aksi beredar melalui flyer di media sosial. Pada hari pelaksanaan, mobil patroli pengawalan dan mobil komando yang membawa sound system sempat terpantau di jalan menuju Polres Pamekasan.

Sejumlah personel kepolisian juga terlihat bersiaga di halaman Mapolres. Namun, massa aksi tak kunjung datang hingga waktu yang direncanakan berlalu.

Kasi Humas Polres Pamekasan, Ipda Yoni Evan Pratama, menyebut batalnya aksi sebagai hal yang biasa terjadi dalam rencana unjuk rasa.

BACA JUGA :  Istri ASN Ikut Terseret Kasus Penganiayaan Kurir JNT di Pamekasan

“Kalau ada rencana aksi atau unjuk rasa yang gagal digelar, itu sudah biasa,” ujarnya, saat diwawancarai di Joglo Polres Pamekasan.

Evan menduga batalnya aksi tersebut dipicu persoalan komunikasi di internal massa atau adanya perkembangan informasi baru terkait kasus yang mereka soroti.

“Bisa jadi ada miskomunikasi dari pihak massa aksi, atau mungkin ada fakta baru yang mereka temukan sehingga aksi tidak jadi dilaksanakan,” katanya.

Ia juga menegaskan, tidak ada negosiasi di lapangan antara kepolisian dan massa yang menyebabkan aksi tersebut batal.

“Tidak ada proses negosiasi di lapangan. Kemungkinan besar murni terjadi miskomunikasi,” paparnya.

BACA JUGA :  Razia Balap Liar, Polres Pamekasan Kembali Amankan 43 Motor dan 1 Unit Mobil

Batalnya demonstrasi itu membuat rencana penyampaian desakan Baper terkait dugaan pengancaman di Desa Plakpak tidak terlaksana melalui aksi massa pada hari tersebut.

Sebelumnya, Seorang ibu bernama Siti Wardatus Sholehah mengaku mengalami ancaman pembunuhan saat berada di rumah bersama dua anaknya di Dusun Salatreh, Desa Plakpak, Kecamatan

Pegantenan, Kabupaten Pamekasan, Jawa Timur. Peristiwa tersebut terjadi pada Senin (5/10/2026) sekitar pukul 13.00 WIB.

Menurut Siti, insiden bermula ketika seorang pria bernama Hasbullah atau akrab di panggil Bulla datang ke rumahnya untuk mencari keberadaan suaminya. Saat itu, suami Siti tidak berada di rumah. Hanya Siti bersama kedua anaknya yang masing-masing berusia 8 tahun dan 3 tahun.

BACA JUGA :  Kapolres Pamekasan Gerebek Rumah Bandar Narkoba, Tersangka Ditangkap di Kamar Mandi

Siti menuturkan, kedatangan Hasbullah kemudian berubah menjadi situasi yang membuat dirinya dan kedua anaknya ketakutan. Ia mengaku mendapat ancaman menggunakan celurit untuk memberitahukan keberadaan suaminya.

“Dia datang mencari suami saya. Karena suami saya tidak ada, saya yang ditanya keberadaannya. Saya diancam menggunakan celurit,” ungkap Siti.

Menurut Siti, ancaman tersebut kemudian berlanjut dengan ancaman pembunuhan dan pembakaran rumah.

“Saya diancam mau dibunuh dan rumah mau dibakar. Saya sangat takut, apalagi saat itu saya bersama anak-anak,” pungkasnya.

Aksi dugaan Pengancaman dan Penjarahan tersebut telah dilaporkan ke Polres Pamekasan. (znf/Aj).

Berita Terkait

Kasus Indomaret Panaan Babak Baru, Polres Pamekasan Bentuk Timsus Usut Pelaku
Di Tengah Pengamanan 260 Personel, Gerai Indomaret Panaan Pamekasan Tetap Dirusak Pakai Backhoe
Hampir 5 Tahun Buron, DPO Pembunuhan di Batumarmar Ditangkap di Jember
Buntut Audiensi ke Bupati Pamekasan, Penolakan Indomaret Berujung Pembongkaran
Ibu dan Anak di Pamekasan Didatangi Orang Tak Dikenal, Diancam Celurit dan Barang Usaha Dijarah
Video Dugaan Penganiayaan Santri di Batumarmar Viral, Korban Dirawat di RSUD Pamekasan
Penyandang Disabilitas Jadi Korban Kekerasan Seksual, Dua Tersangka Diamankan Polisi
Siswi SD di Proppo Diduga Jadi Korban Pencabulan di Lingkungan Sekolah, Polisi Amankan Penjaga Sekolah

Berita Terkait

Senin, 12 Oktober 2026 - 16:11 WIB

Aksi Protes Dugaan Pengancaman di Desa Plakpak ke Polres Pamekasan Mendadak Batal

Jumat, 9 Oktober 2026 - 16:35 WIB

Kasus Indomaret Panaan Babak Baru, Polres Pamekasan Bentuk Timsus Usut Pelaku

Kamis, 8 Oktober 2026 - 16:32 WIB

Di Tengah Pengamanan 260 Personel, Gerai Indomaret Panaan Pamekasan Tetap Dirusak Pakai Backhoe

Kamis, 8 Oktober 2026 - 12:06 WIB

Hampir 5 Tahun Buron, DPO Pembunuhan di Batumarmar Ditangkap di Jember

Rabu, 7 Oktober 2026 - 16:12 WIB

Buntut Audiensi ke Bupati Pamekasan, Penolakan Indomaret Berujung Pembongkaran

Berita Terbaru

Kasatreskrim Polres Pamekasan, AKP Yoyok Hardianto (tengah) saat menggelar konferensi pers.

Hukum & Kriminal

Hampir 5 Tahun Buron, DPO Pembunuhan di Batumarmar Ditangkap di Jember

Kamis, 8 Okt 2026 - 12:06 WIB